Lebaran Beda? Gitu Aja Kok Repot!

Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriah kali ini berbeda. Perbedaan tanggal satu Syawal ini tidak hanya dialami oleh muslim Indonesia saja, di beberapa negara juga terdapat perbedaan.

Menyaksikan sidang isbat Kementerian Agama RI dari televisi, sedikit menggelitik. Salah seorang yang berbicara dalam forum tersebut mengatakan PENYESALANNYA, bahwa GARA-GARA Pemerintah yang menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Rabu, maka dalam tiga tahun kedepan, Indonesia akan mengalami perbedaan dalam hari raya lebaran. Sampai pada ungkapan orang tersebut saya jadi mikir, what?!

Gimana saya ngga memunculkan kalimat WHAT!!! dalam benak saya. Lah Wong dengan mudahnya tuh orang men-judge dan menunjuk hidung soal perbedaan tanggal satu Syawal.

Saya pribadi seorang awam dalam hal falakh dan perhitungan tahun bulan. Namun sikap men-judge orang tersebut yang saya pikir kurang sedap dan kurang pantas lah sebagai seorang pandai berlaku tunjuk hidung macam itu.

Perbedaan beberapa pihak dalam menentukan awal Syawal tentu bukan lantas “supaya beda”. Pasti dan tentunya ada alasan dan dasar dari masing-masing pihak dalam menentukan awal Syawal.

Dan masalah penentuan awal Syawal ini bukankah sudah masuk pada domain keyakinan masing-masing? Kalo memang setiap pihak mempunyai dasar kuat mengenai waktu hari raya-nya, ya sudahlah jangan tunjuk-tunjuk saling menyalahkan, biar Tuhan yang menilai (kok saya tiba-tiba sok wise bin bijaksana… wkkk :D ).

Kembali pada kasus perbedaan Hari Raya Idul Fitri, baiknya kembali pada ungkapan Gus Dur, Gitu Aja Kok Repot! [Afif E.]

The Power of Menuliskan Mimpi

Indonesia di masa mendatang akan dipimpin oleh enterpreneur… —ungkapan Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina.

Ungkapan yang diklaim sebagai ungkapan Anies Baswedan di atas merupakan salah satu kalimat pembuka yang diucapkan oleh Miftakhul Falah, trainer dalam acara Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik(BEM STTQ Gresik) kemarin (24/8 2011).

Dalam seminar yang diselenggarakan di Kampus STTQ Gresik tersebut, Falah juga memberikan banyak kalimat-kalimat yang memotivasi mahasiswa sebayanya untuk berwirausaha. Tak hanya itu, jebolan Teknik Kimia ITS Surabaya tersebut banyak memberikan contoh dan profil dari begitu banyak pengusaha muda yang telah sukses bergelut dengan bisnisnya.

Salah satu dari sekian banyak kiat yang Falah ungkapkan adalah pentingnya aktifitas menuliskan mimpi. Melalui kegiatan menuliskan mimpi, Falah menggambarkan bahwa otak manusia akan direcoki dengan gambaran-gambaran dari mimpi yang kita tuliskan, untuk kemudian sedikit demi sedikit akan mengarahkan kita pada tujuan, salah satunya adalah cita-cita. Tidak sedikit contoh sukses yang bermula dari menuliskan mimpi, ungkap Falah.

Dalam video yang diputar selama seminar berlangsung, Falah menunjukkan betapa hanya bermula dengan menuliskan mimpi menjadi suatu hal yang luar biasa dengan terwujudnya cita-cita.

Falah juga menandaskan bahwa selain menuliskan mimpi, satu hal yang tidak dapat tidak harus dilakukan adalah berubah! karena betapa pun sulitnya untuk berubah, tapi perubahan itu perlu. Karena jika kita tidak berubah, di masa yang akan datang kita akan lebih sulit dalam menjalani kehidupan.

Dalam salah satu sesi yang ditunggu-tunggu, yakni sesi diskusi, Falah memberikan jawaban yang menggugah. Salah satunya adalah keluhan seorang penanya yang mengatakan ia kesulitan dalam memulai usaha karena faktor MODAL.

Bagi Falah, modal sebenarnya adalah hal yang kesekian, walaupun iya memang modal diperlukan dalam dunia usaha. Kunci untuk mencari modal menurut Falah adalah pandai-pandai memanfaatkan status berharga sebagai seorang MAHASISWA. Maksudnya? dengan giat mengikuti program-program dari pemerintah bagi para mahasiswa yang tidak segan-segan dalam menggelontorkan dana, mahasiswa dapat memperoleh sumber pendanaan dari sana. Salah satu contohnya adalah Program Kreativitas Mahasiswa atau PKM yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

PKM? ya, PKM! dengan berbagai macam jenis penelitiannya, pemerintah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk berkarya lebih. Dan status mahasiswa menjadi barang mahal dalam ajang ini. (obral2… :D ).

Maka, sudahkah anda menuliskan mimpi dan beraksi? [Afif E.]

Pasar Bandeng Kota Gresik

Memasuki halaman grup Facebook Gresik Sumpek, ada satu foto yang diunggah oleh Cak War. Foto tersebut dipasang dengan judul PASAR BANDENG GRESIK 1952. Hemmm, jadi pengen cepet2 berangkat. :D

berawal dari status inilah... hahaha

Ini foto beneran dari tahun 1952 gak sih? hemm, siapa yang tau hayo...

Berangkat dari situ saya mencari-cari artikel tentang pasar bandeng. hemm, ternyata cukup banyak yang mengulas tentang pasar tahunan tersebut(eh, betul tahunan ya? :D ). Dan dari kata pencarian “pasar bandeng,” saya baru tau kalo ada situs resmi Visit Gresik. hehehe…dasar telmi.

Berikut ini saya pengen menuliskan beberapa hal tentang pasar bandeng, yang sudah dituliskan dari beberapa halaman. Ceritanya “sedikit” mengutip. :D Itung-itung persiapan jalan-jalan ke pasar bandeng tahun ini.

Apa Pasar Bandeng itu? (barangkali mau tanya. hehehe)

kata Visit Gresik, pasar bandeng itu biasanya diadakan dua hari menjelang malam takbiran Idul Fitri. Untuk menyambut lebaran idul fitri, di pasar kota Gresik dijual ikan bandeng segar yang baru dientas (diambil) dari tambak. Dari bandeng ukuran sedang hingga bandeng besar atau kawak. Khusus bandeng kawak diberi tempat khusus yaitu panggung lelang. Bandeng kawak satu ekor beratnya bisa mencapai 10 kg lebih. Dan karena di lelang maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Sejak Kapan Pasar Bandeng Ada?

Tradisi ini pertama kali diadakan oleh Sunan Giri untuk mengangkat perekonomian rakyat setempat(Gresik, Pen). Ini kalo kata halaman Jelajah Budaya. Wow, berarti nih pasar sudah ‘menggejala’ dan berumur hampir sama dengan umur kota Gresik itu sendiri. Masih kata om Jelajah Budaya, Kala itu, di abad 15 Sunan Giri mulai membantu perekonomian masyarakat dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi. Hingga kini, masyarakat Gresik masih melestarikan warisan Sunan Giri yaitu  dengan membuat dan menjual kue Pudak dan penyelenggaraan Pasar Bandeng.

Wow, hebat.. hebat… siapkah anda menyambut pasar bandeng tahun ini? :) [Afif E.]

Kapan Balik Malinda?

Masih ingat dengan “si maling cantik” Inong Malinda alias Malinda dee? Itu loh, tersangka pembobol dana nasabah Citibank. Barangkali mau mengingat-ingat dengan mencari beberapa sumber online, Jakarta Post misalnya.

Kali ini saya ngga mau berpanjang-panjang soal latar belakang Mbak Malinda (waduh, kayak sejarah… :D ). Pagi ini saya membuka-buka koran lawas (kemarin tepatnya, hahaha). Jawa Pos terbitan 6 Agustus 2011, pada halaman 16 di bagian pojok kiri bawah (wow, presisi banget, hehehe), anda akan melihat berita tentang Malinda Dee.

Nih.. potongan koran Jawa Pos edisi Sabtu 6 Agustus 2011 yang saya maksudkan...

Sebenarnya saya tidak membaca secara terperinci, namun judul berita tersebut menarik perhatian saya dan masih terngiang di benak(?… kikikik). Judulnya begini, 50 HARI DI RS, MALINDA BELUM BALIK KE TAHANAN. Pikir saya, betah banget? Akhirnya muncul pertanyaan gini, apa iya para dokter dari kepolisian itu sangat lama berusaha untuk—maaf—mengempeskan payudara Malinda? Yang patut diingat bahwa Malinda masuk rumah sakit karena dilaporkan terkena radang payudara. Yah, maklumlah, dengan ukuran dada yang membusung ngga normal begitu harusnya Malinda harus ekstra segalanya soal perawatan dadanya yang membusung itu. Lah wong busung lapar saja harus dikempesken busungnya… (ngga ada hubungannya ya? :D ).

Kapan balik Malinda? Kangen…. Hahaha…. :D

Tentu pertanyaan tak hanya berputar pada Malinda semata, tapi aparat penegak hukum yang perlu untuk diawasi. Hemm, 50 hari, itu pada hari kemarin tanggal 6 Agustus, kita lihat kesaktian para aparat dalam menuntaskan kasus Malinda ini.

Atau… Jangan-jangan malah Malinda kayak Arthalita Suryani??? Hemm, ditunggu sajalah. Cuma mau nitip pesan sama para aparat, rakyat Republik Indonesia jengah dengan kebohongan. [Afif E.]

Gresik Sumpek!

Barusan aja di-add sama admin grup Facebook dengan nama yang provokatif, Gresik Sumpek. Saya lihat saya bukanlah anggota yang cukup telat gabung :D mengingat saat saya lihat angka anggota dari Gresik Sumpek sudah mencapai 2540 anggota. Wew, telat banget, padahal wong Gresik dewe, hehehe

gambar profil grup Facebook Gresik Sumpek

Sebenarnya sudah dari beberapa waktu lalu tau grup ini dari stiker-stiker yang bertebaran di slebor belakang motor teman-teman saya. Sempat ‘ketemu’ beberapa kali di dunia mbak maya, trus tau dari artikel di Jawa Pos yang khusus mengupas habis tentang grup ini.

Kalo kata Kabar Gresik, grup Facebook yang lahir dalam masa Pemilihan Bupati Gresik Tahun 2010 ini dalam beberapa event yang diselenggarakan masih belum mampu ‘menyentuh’ warga Gresik, tentunya sebagai domain dari grup itu sendiri.

Saat saya melihat anggota Facebook tersebut, saya melihat beberapa teman saya sudah bergabung duluan ketimbang saya. (dasar telmi, :D ) Bagus, bagus….

Edisi Menyambut Ramadhan (koyok opo wae rek…. :D )

Berhubung artikel ini saya tulis dalam bulan Ramadhan, plus, saya juga gabung di bulan Ramadhan ini, maka saya pengen menuliskan beberapa status yang ramai dikomentari di grup ini. Here’s the status,

Gresik Sumpek: Gresik makin syahdu dan hening dgn lantunan ayat2 suci Al Quran dari surau2 dan masjid2 , inikah yg dinamakan Gresik berhias iman ?
di comment sebanyak 37 kali (saat saya membuat tulisan ini). Berikut adalah beberapa komentar yang saya ambil,
Yoshimitshu Satansoul: tp nek iso ojo poso’an tok jhee
Ilyas Jaketmerah Cbmerah tp emboh mane seng ng dalan
Gresik Sumpek kalo cuma adanya dibulan puasa , ya sama dong dgn kota2 lain
Luqman Hakiem percuma bos…nek isuk wis akeh warung sing buka,melegalkan mokel
Gresik Sumpek wow ! kalo gitu masih panteskah disebut kota santri ?
Luqman Hakiem blm pantes….., harusnya satpol pp merazia warung2 itu, jangan hanya merazia warkop, cafe2…..
Oejieq Kamikaze Lukman Memang Cerdas….
Luqman Hakiem ah..mas O.K bisa aja….
Gresik Sumpek ada yg bilang Gresik kota yg gamang, antara kota santri. atau kota industri, atau kota yg masih malu2 dgn identitasnya !
Muhammad Alhabsyi raimu Fban ae ngajio po’o
Akhmad Faisal Fitrih huahahaha……
Luqman Hakiem seharusnya gresik menunjukkan jati diri mnjadi Gresik kota industri yg santriliasme, atau kota santri yg industrialisme…. (tp opo iso?) :)
Gresik Sumpek mamak, ayo ngaji bareng2 daripada fb an bareng2 . . . hahaha
Muhammad Alhabsyi wong koen ngaji ndak katam ngono sampek diseneni makcik
Andro Batista Gini looo mas,kita didunia ada 2 ketentuan..hubungan baik dg Allah,dan hubungan baik dgn manusia..kalo hubungan antara manusia dgn Allah,manusia tdk bs menilai krn itu urusan dia dgn Allah.sdgkan hubungan dia dgn manusia akan dgn kasat mata kita akan bs menilai..cocok gak antara ucapan dan perilaku?makanya disebutkan sebuah ciri2 bagi org yg munafik!!kalo pedoman semua tergantung dgn penilaian Allah,maka akan ada hukum sak karepe dewe:”lapo kowe ngurusi aku,iki kan urusanku ama Tuhan”.Naaah looooo!!!
Macem-macem kan saudara-saudara? Hahaha… :D
Selamat berkarya buat Gresik Sumpek. []

Gejolak Papua

Beberapa hari terakhir pemberitaan di media massa berfokus pada Papua, belahan timur Indonesia. Jika kita ingat kembali, gejolak kali ini bukanlah gejolak yang pertama kali, sudah ada rentetan peristiwa serupa. Intinya satu, menuntut kesejahteraan masyarakat Papua dengan mengusung ide referendum.

Tanah Papua

Dalam halaman situs Radio Nederland Wereldomroep, disebutkan bahwa gejolak yang saat ini tengah terjadi, tersulut dari sebuah konferensi yang diselenggarakan di London, Inggris Raya. Lagi-lagi sebuah latar belakang, yang tidak bisa tidak, dinilai dengan sarat muatan politik.

Janji manis pendirian sebuah negara

Entah bagaimana saya harus mencari tau benang kusut rusuh Papua ini. Dalam buku sejarah yang beredar di sekolah, dikatakan bahwa dalam masa Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) didapati hasil ternyata mayoritas rakyat Papua menghendaki bergabung dengan Indonesia (Atau kurang lebih demikian). Tapi kenyataan di lapangan banyak diberitakan bahwa Pepera adalah sebuah kesalahan.

Entah dari mana saya harus memulai, namun bercermin dari peristiwa lepasnya Timor Timur (Timor Leste, pen) dari Indonesia merupakan satu bukti tersendiri yang patut dihindari. Bukti tersebut berjalan dengan sendirinya bahwa muatan politik begitu mewarnai getol-nya pihak internasional dalam rangka melepaskan Timor Timur saat itu. Dapat kita lihat bagaimana Australia kini mengeksplorasi dengan habis-habisan cadangan minyak di laut Timor. Lihatlah bagaimana eksplorasi ini pada akhirnya menjadi sebuah petaka bagi Indonesia, setelah tumpahan minyak tersebut merembet ke wilayah kantong ekonomi penduduk Indonesia(Majalah Tempo Online).

Eksplorasi tanah air

Kini kita melihat bagaimana isu hak asasi manusia (HAM) yang dulu dihembuskan saat masa Timor Timur hanyalah pepesan kosong belaka. Nyata sudah bahwa muatan politis yang menguntungkan pihak luar lebih bermain daripada “isu mulia” atas nama DEMOKRASI dan HAM.

Maka saudaraku rakyat Papua, tetaplah bersatu dalam NKRI. Jangan pernah terhasut oleh rongrongan politik masyarakat internasional. Harusnya menurut saya yang perlu dituntut adalah ketidaksejahteraannya, bukan harus dengan mendirikan sebuah negara yang notabene-nya bukan jaminan mensejahterakan sebuah bangsa.

Sebagaimana kata Ir. Soekarno, JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Saudaraku, kita pernah terpecah dengan hasutan politik Devide et Impera, maka jangan sampai itu terulang lagi! []

Berburu Rusa Bawean

Setelah beberapa waktu agak ogah melihat televisi akibat berbagai sinetron yang menggila, akhirnya semalam saya sempat rebahan dan melihat salah satu tayangan berita. Sampailah pada satu iklan salah satu operator telepon seluler. Dan–Oh My God! (lebay, hahaha :D )—saya melihat kakak kelas SMA saya di iklan tersebut.

halaman blog Rusa "Siro" Bawean

Menggunakan nama online, nama pena atau… entahlah, yang jelas dia menyebut dirinya di dunia maya sebagai Rusa Bawean. Ya, aku bisa pastikan bahwa Rusa Bawean dalam iklan itu adalah kakak kelas saya di SMA, dan kami pernah “berseteru” saat berkecimpung di majalah sekolah. Rusa Bawean tampil dalam “kapasitas-nya” sebagai seorang blogger.

Hemm, nice, ok lah, kalo emang bisa dikata begitu. Terakhir ketemu dengan dia waktu dia KKN di Bungah, kota kecil di Kabupaten Gresik. Masih dengan tubuh “bulat” ala kelereng, wkkkkk….. dasar Siro…. (panggilan Rusa Bawean saat SMA). Jadi teringat kalo kami dulu pernah boncengan motor, nubruk pohon di sebuah pertigaan jalan. :D

Jadi ingat kalo dulu waktu akan penerbitan majalah, ada beberapa artikel dalam majalah kami yang pernah kami ributkan(untung ngga sampek jotos-jotosan, :D ). Wew, sudah lulus dari SMA Assa’adah sejak tahun 2005, tapi kuliahnya sudah lebih dulu aku lulus. :D

Hemm-hemm, melihat teman-teman SMA, kini kami semua “berangkat” menuju apa yang masing-masing kami citakan. Ayo semangat 45! :)