MIMPI KAWIN

Sudah jadi kebiasaanku ketika tidur adalah pintu kamar pasti kututup, lampu kumatikan, dan tidur dengan hanya mengenakan celana pendek. Bukan karena takut diintip orang sehingga kututup pintu kamarku. Ini lebih pada karena kebiasaan, sehingga kalo pintu kamar tidak kututup ketika tidur, seolah ada orang atau sesuatu yang terus mengawasiku selama tidur dari celah pintu yang terbuka itu. Dan itu membuatku tidak bisa tidur.
Yang tidak mengenakkan dari tidurku malam ini adalah aku mimpi, dan dalam mimpiku itu pintu kamarku terbuka! Bukan mimpi menakutkan sih sebetulnya, tapi cukup mengagetkan sehingga membuatku terbangun.
Dalam mimpiku, aku merasa sudah bangun tidur di pagi hari. Kutemukan dari pintu kamarku yang sudah terbuka itu, orang-orang—termasuk emak dan saudaraku—sibuk lalu lalang di seputar rumah. Suasana pagi dalam mimpiku itu pun lumayan banyak orang.
Dalam kemalasanku untuk bangun aku bertanya pada diri sendiri, ada apa orang-orang begitu ribut? Seperti mempersiapkan sesuatu. Kemudian muncul bayangan emak dalam mimpiku. Masuk dalam kamar, mengambil tempat dan duduk di pinggir kasurku.
“ayo, Nak. Bangun terus siap-siap…” tutur emak.
“ada apa, Mak?” tanyaku, masih belum mengerti.
“kan kamu mau nikah hari ini.” Mendengar jawaban emak, aku langsung bangun. Nikah?! Kawin?!
Bukan main kaget dan herannya aku. Sambil bangun mengikuti emak dan terus bertanya dalam hati, nikah?! Kawin?! Kapan persiapan dan kapan lamarannya kok tiba-tiba bangun tidur langsung dibilang mau kawin?
Dalam jejakku menuju ruang tamu, di mana pintu kamarku menghadap, aku belum sempat melihat perempuan berkerudung putih yang sejatinya adalah orang yang ‘mau aku nikahi.’ Karena belum sempat aku melihat, mataku sudah melek duluan karena kaget akan mimpiku sendiri, selain juga karena suara emak yang menggedor pintu kamar, membangunkanku.
“ada apa, Mak?” tanyaku, setengah berteriak.
“cepet bangun I… anterin emak ke rumah ning-mu Sarifa.” Jawab emak, juga setengah berteriak.
Huff, musti bangun lebih awal nih, hatiku sedikit menggerutu karena aku baru saja bisa tidur pulas usai pulang kerja shift dua tadi malam. Tapi aku juga belum bisa ngerti, kenapa aku bisa punya mimpi kayak gitu? Nikah dan kawin tanpa aku sadar dan ingat sebelumnya.

“ckakaka…!!” tawa Slamet meledak tak terkontrol ketika kuceritakan mimpiku semalam.
“hush! Jangan ngakak kenapa sih.” Tukasku.
“sori-sori,..” ucap Slamet, masih berusaha menguasai tawa ngakaknya. “tapi sampeyan emang ngga kebelet kawin beneran kan? kok sampek dibawa ke tidur segala.”
“gila loe! Waktunya sih waktunya, tapi ngga sampek kebelet lah, Met.” Sewotku keluar, tapi senyum konyolku juga keluar, memikirkan kembali ucapan Slamet. Apa iya aku kebelet kawin? Hahaha… teori aja ah.

Bungah, 9 Desember 2009 (+- pukul 2.50 AM)

Muhammad Afif Effendi

Iklan

One thought on “MIMPI KAWIN

  1. nurrahman18 berkata:

    hehehe, gaya penceritaannya lucu dan lugas, saya suka…cukup menghibur malam ini 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s