Kecurangan di KONFERCAB IPNU Kabupaten Gresik

sinyalir kecurangan, oleh beberapa pihak,  pada forum pemilihan ketua umum PC IPNU Kabupaten Gresik periode 2010-2012 itu sebenarnya sudah tercium pada pelaksanaannya pada tanggal 5 – 7 November 2010 lalu. kecurangan itu disinyalir dengan adanya penggelembungan jumlah pemilih yang datang dari salah satu pimpinan anak cabang IPNU. kecurangan itu berimbas pada lolosnya salah satu calon dalam pemilihan.

barangkali dalam tulisan ini tidak dapat membuktikan begitu saja bahwa memang telah terjadi kecurangan pada pelaksanaan pemilihan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Mambaul Ihsan di desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah tersebut. tentu masih perlu banyak investigasi serta penelusuran lebih lanjut. karena hal ini berhubungan erat dengan ada dan tidaknya kecurangan yang disinyalir oleh beberapa pihak tersebut.

selang beberapa waktu kemudian, terdapat wacana bahwa kepemimpinan periode yang baru dari PC IPNU Kabupaten Gresik akan diboikot. sekali lagi, sinyalir ini perlu ditelusuri lebih jauh. sinyalir tersebut antara lain terdapatnya wacana dari beberapa pimpinan anak cabang IPNU di jajaran PC IPNU Kabupaten Gresik yang tidak akan mengirim kader-kadernya untuk masuk dalam jajaran kepengurusan PC IPNU yang baru.

konflik internal ini sungguh sangat disayangkan, dimana IPNU yang seharusnya merupakan wadah untuk kaderisasi generasi muda NU, yang nantinya menjadi pengganti generasi yang ada saat ini, kini tengah ribut dengan sesamanya.

padahal, jika pihak-pihak terkait sadar akan urgensi dan kepentingan eksternal yang lebih penting, maka akan terlihat prioritas yang perlu dihadapi. bukannya dengan ribut dengan teman sendiri, tapi urgensi itu datang dari bagaimana IPNU secara organisasi dan secara lembaga pengkaderan dapat menjaga amanat dari para ‘orang tua’ dalam tubuh nahdliyin untuk mengawal pengkaderan.

pengakderan layaknya dipandang sebagai sebuah prioritas yang paling utama. bagaimana pun juga, jika sampai pengkaderan yang dilakukan oleh IPNU mandeg di tengah jalan, maka IPNU secara organisasi akan mandul dan tidak menghasilkan sesuatu yang berarti di masa mendatang.

ke depan, perseteruan, perselingkuhan antar sesama teman dan rekan dalam organisasi harus diberantas, diberangus dan dikikis habis dari dalam diri masing-masing pengurus. pengurus di masing-masing lini juga harus menyadari bahwa urgensi dan posisi mereka lebih dibutuhkan pada pengawalan kader-kader yang haus akan ilmu dan kesempatan belajar. jangan ribut dengan urusan sendiri. gak puas yang namanya syahwat kekuasaan, bung!

Iklan

3 thoughts on “Kecurangan di KONFERCAB IPNU Kabupaten Gresik

  1. epen Soedjarwo berkata:

    huff… sek pancet wae kelakoan wong lawas kok ditiru terus.

  2. samsul arif berkata:

    gak akan ada tuntasx

  3. Muhammad Afif Effendi berkata:

    hehehe… 🙂 kok pesimis gitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s