Menolak Operasi Medis (?)

judul di atas sengaja saya beri tanda tanya di akhirnya. jadi merupakan tanda tanya bagi saya sendiri. ‘menolak dioperasi?’ tanyaku dalam hati, seolah tidak membenarkan susunan kalimat itu. tidakkah kalimatnya menjadi lebih ‘cantik’ dijadikan ‘tidak mampu melakukan operasi?’

ceritanya gimana sih kok tiba-tiba muncul pertanyaan itu dalam diri saya? ceritanya berikut ini….

beberapa waktu lalu, tepatnya 27 Desember 2010, teman saya Hasan Wahyudi mengalami kecelakaan. tak tanggung-tanggung, rahangnya patah, sehingga harus dilakukan tindakan operasi. operasi itu sedianya akan dilakukan oleh sebuah rumah sakit di kota Gresik ( ssssttt… kalo saya nulis nama rumah sakitnya, direksi RS itu bakal mencak-mencak kayak bayi kehilangan dot-nya, masih ingat kasusnya Prita Mulyasari kan? jadi gak usah ditulis, hehehe…. ).

beberapa waktu berselang, pihak keluarga teman saya disodori biaya yang harus dibayar untuk dapat dilakukan operasi. keluarga teman saya itu lantas berusaha mencari sumber dana yang sekiranya dapat digunakan, tapi tidak menemukan kemungkinan itu. maka keluarga teman saya itu menyatakan tidak mampu secara biaya pada pihak rumah sakit. lah, mencak-mencak lah pihak RS itu. lah wong tadi dibilangi operasi kok kemudian berkata tidak mampu. maka lanjut cerita teman saya itu dipulangkan dengan paksa.

selang beberapa waktu, teman saya itu perlu untuk mengurus asuransi. salah satu persyaratan bagi klaim asuransi tersebut ialah form isian bagi RS tempat teman saya itu dirawat. maka ke sanalah pihak teman saya itu.

dapat, surat keterangan dari RS sudah di tangan. tapi ada satu yang agak mengusik saya. ada satu istilah yang diisikan oleh pihak RS dalam form tersebut. bahwa pihak keluarga MENOLAK DIOPERASI.

dalam benak saya bertanya, kok bahasanya menolak dioperasi ya?

ok lah, memang keluarga tidak mampu membayar biaya operasi, tapi apa lantas keluarga tidak ingin teman saya itu dioperasi? keluarga mana yang ingin melihat anggotanya tidak diberikan tindakan medis terbaik? tentu semua keluarga ingin.

tapi dengan bahasa MENOLAK DIOPERASI, seolah keluarga teman saya itu sangat-sangat tidak menginginkan operasi. heh, apa ngga salah ya istilah tersebut????

nampaknya perlu didiskusikan dengan guru Bahasa Indonesia nih. atau kalau perlu Guru Sastra Indonesia sekalian.

semoga cepat sembuh teman… Gusti, panjenengan paringi waras dhateng rencang kulo…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s