Perang Dalil dan Pembangkangan

Teringat perjalanan ke Pulau Bali waktu SMA sekitar tahun 2004, aku mulai membuka-buka halaman Google tentang kuliner babi guling khas Bali. banyak yang bikin ngiler, banyak yang bikin lapar, tapi karena lihat gambarnya bareng seorang teman, teman saya itu tidak tahan melihat gambar babi yang disajikan dalam balutan bumbu khas Bali itu.

lalu tibalah saya pada halaman youtube.com. yang saya temukan adalah dua buah video yang saling ‘bertarung’. video satu bercerita tentang kenapa daging babi haram dalam agama Islam. salah satu gambaran dalam video tersebut adalah karena daging babi mengandung begitu banyak cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan manusia. video tersebut memberikan bukti dengan menuangkan minuman coke pada sepotong daging babi. selang beberapa menit kemudian geliat cacing itu muncul, dengan pinset, seseorang dalam video tersebut menunjukkan bagaimana rupa cacing itu.

semakin berlanjut saya menemukan video lain, masih dengan bahasan coke dan daging babi. dalam video yang diperankan oleh orang dari barat itu, seolah hendak menunjukkan hal yang lain dari video satu. yang coba ditunjukkan seolah dengan video tersebut perekam ingin menunjukkan bahwa daging babi ‘masih ok’ untuk dimakan. terbukti mereka tidak mendapati cacing yang keluar setelah mereka menuangkan coke ke atas daging babi.

well, kayaknya memang kedua video tersebut jelas-jelas bertarung ‘dalil’ dan pembangkangan. yang satu berusaha menjelaskan secara ilmiah bagaimana agama Islam memberikan nas haram pada daging babi. sementara yang lain dengan tidak mau kalah menunjukkan bahwa tidak ada cacing dalam daging babi.

dan dalam kepala saya, jelas sekali lagi ini adalah masalah hidayah-Nya, Allah SWT. kalau memang seseorang tidak mendapatkan petunjuk mengenai suatu hal, maka dengan cara se-ilmiah dan se-rasional apapun, dalil kita tidak dapat memberi orang lain pencerahan. dapat dilihat, bukan? maka melihat perbandingan ini saja sudah jelas. [].

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s