Harga Mahal dari Sebuah Kepercayaan

sebelum mengetik artikel ini saya sempat search di Google dengan judul di atas. ternyata sudah banyak judul tulisan yang nyerempet alias hampir mirip dengan judul di atas. barangkali adalah hal lumrah serta hukum alam kepercayaan memang hal yang sulit untuk didapatkan.

omong-omong kenapa saya sampai menulis judul di atas. alkisah–waduh, pakek alkisah. hehehe–beberapa jam sebelum menulis ini saya bertemu dengan seorang teman. Ia salah satu anggota dari sebuah organisasi. kami sama-sama nimbrung dalam organisasi tersebut.

lama kami bercakap hingga sampailah pembahasan kami pada satu bab, yaitu kepemimpinan di organisasi yang kami ikuti. dalam benakku ada satu rasa kekecewaan yang ia pendam selama mengikuti organisasi. bukan karena menyesal ikut berorganisasi, tapi kecewa pada pucuk pimpinan yang tidak dapat mengemban amanat dan kepercayaan yang telah diberikan. salah satu yang mengecewakan adalah kesukaan pucuk pimpinan dalam mengemplang keuangan organisasi.

maka jelas sudah, ternyata tidak hanya aku saja yang tidak dapat menerima dengan kenyataan yang sebenarnya sudah beberapa waktu belakangan aku ketahui.

awalnya aku pikir adalah urusan pribadi, maka aku tidak pernah membicarakannya dengan teman-teman yang lain. tapi saya akui bahwa pikiran saya untuk memendam sesuatu itu adalah salah. maka kini semua orang telah mencium bau tidak sedap itu.

sekarang kita semua tau bahwa nilai uang itu tidak akan menjadi benar-benar berarti jika dibandingkan dengan nilai kepercayaan dan kesetiaan yang teman-teman berikan pada kita. maka tidak ada artinya lagi diri kita jika kita sudah mendapat cela macam itu.

mengutip kata-kata Bapakku, bahwa dimanapun aku ikut dalam sebuah organisasi, entah itu kemasyarakat, ataupun lembaga pendidikan, aku dinasihati agar tidak bertanya hak uang dan tergiur nilai uang yang ada. maka aku menuruti dan melihat kenyataan yang aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.

pas lagi nulis artikel ini, Anggun Cipta Sasmi ‘berteriak-teriak’ dengan lagunya, Buy Me Happiness. hmmm, bagus juga salah satu baris liriknya…..

…………………..

all those fancy things fail to make my heart sing
can’t buy me happiness

…………………..
(Source: http://liriklaguindonesia.net/a/anggun/anggun-buy-me-happiness/#ixzz1OerIc3Tk)

jika kemewahan-kemewahan itu tidak dapat membuat hati Anggun menyanyi, kuharap hati nuraniku tidak akan pernah terbujuk oleh penilepan uang macam itu. Gusti……. kawula nyuwun pituduh………

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s