Catatan Miring Manusia Sinting; catatan ketiga

pada bagian ini aku ingin bercerita soal bagaimana ‘kehidupan awal’ dari facebook-ku dan tetap menyertakan kejadian kekinian tentang facebook. hemm, biar aku mulai dari ‘kehidupan awal’ dari akun facebook-ku.

di akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009, aku memiliki kesempatan, yang aku sangat syukuri keberadaannya. karena bukankah dengan rasa syukur itu kita merasa ada berkah berlebih dari Gusti Allah. kesempatan pertama datang saat ada satu pengumuman di papan pengumuman STT Qomaruddin Gresik. pengumuman itu mengatakan bahwa STT Qomaruddin Gresik bermaksud untuk mengirimkan satu orang delegasi pada acara “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa” (PPKIM) yang diselenggarakan Kopertis 7.

agak ‘mati-matian’ aku membujuk ketua LPPM, yang juga dosenku, agar aku lah yang ikut dalam acara itu. dalam masa dua tahun kuliahku di STT Qomaruddin barulah ada undangan itu, sejauh pengetahuanku, sehingga aku sangat menggebu untuk dikirim. tapi ketua LPPM itu masih berkilah perlu adanya seleksi terlebih dahulu.

“ok, lah,” ucapku dalam hati waktu itu. akan aku ikuti apapun prosedur yang diharuskan agar aku dapat menjadi peserta di acara itu. maka persyaratan untuk ikut segera diumumkan oleh ketua LPPM di depan kelas kami, saat jam kuliahnya.

persyaratan yang kupikir cukup mudah, hanya membuat satu paper dengan tema bebas. maka dengan gerak cepat paper yang diharuskan sudah aku buat dan aku setorkan pada ketua LPPM. dan ternyata hanya aku yang menyetorkan paper! maka berangkatlah aku dikirim sebagai peserta dari STT Qomaruddin. pelaksanaan PPKIM seingatku ialah pada bulan November 2008. aku berangkat ke Surabaya, menuju kampus STIESIA.

kesempatan yang kedua datang pada saat ada pelaksanaan LKMM TD, masih dari Kopertis 7. aku tidak begitu mengingat bagaimana prosedur dan ceritanya sehingga aku dikirim STT Qomaruddin dalam acara tersebut. acara di awal tahun 2009 ini semacam menjadi cambuk dan muncul ungkapan dalam benakku, yakni, jangan jadi jago kandang saja! hahaha. karena kan di tempat tersebut kita menemui banyak mahasiswa dari berbagai tempat. Blitar, Malang, Pasuruan, hingga Tulungagung. sebuah kesempatan berkesan yang berlangsung di daerah Tretes, Prigen, Pasuruan.

selanjutnya ialah kesempatan ketiga. kesempatan ketiga datang, dan aku lupa bagaimana prosedur aku ditunjuk. acara yang ketiga ini berlangsung di Hotel Mustika Kota Tuban. acara ini masih berlangsung di tahun 2009.

hemm, dari acara-acara tersebut tentu ada satu benang merah yang masih berhubungan dengan cerita ini, yakni facebook! hingga terakhir kali aku masih bersentuhan dengan facebook, teman-teman yang berkumpul pada kedua acara tersebut masih berhubungan dan bertukar informasi, atau hanya sekedar bertegur sapa.

hemm, lagi-lagi facebook yang masih mewarnai kehidupan manusia era ini.

catatan kekinian, seperti yang aku maksudkan di awal catatan ketiga ini ialah untuk kesekian kalinya ‘berdesing’ ucapan di telingaku orang-orang yang mengeluhkan betapa fasilitas labratorium STT Qomaruddin digunakan untuk akses facebook saja. mereka mengeluhkan seringnya gagal download, sebagai akibat dari lambatnya koneksi jaringan di komputer lab. tapi masa kan mereka akan download terus! setidaknya jika memang download gagal, masih bisa digunakan untuk mencari bahan referensi kuliah!

aku kadang berpikir kesal dan iri. kesal karena mahasiswa-mahasiswa yang diberi fasilitas itu memanfaatkan fasilitas yang ada hanya untuk bermain-main. aku merasa iri, karena mengingat bagaimana kami dulu meskipun sudah ada laboratorium tersebut, tidak dapat mengakses dengan selena seperti saat ini. tidakkah perbuatan kebanyakan dari mereka hanya penyia-nyiaan?

dan sekali lagi jika mereka disindir karena hanya menggunakan facebook, kembali mereka akan membantah, lah wong gak kenek gawe download! (kan, gak bisa dipakek download!). maka sejenak kekesalan itu muncul dalam benakku, tapi masih dapat kutahan. dan kucamkan dalam pikiranku, terus saja kau salahkan lingkunganmu tanpa kau rubah pola pikirmu, maka kau akan tersesat seperti itu untuk seterusnya! aku masih berharap mereka akan lebih dewasa, berdampingan dengan kesadaran bahwa mereka sudah berstatus mahasiswa, dan harusnya lebih dewasa ketimbang saat SMA. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s