Menjaga Kehormatan Guru

Gresik, 19 Juni 2011, merupakan salah satu hari bersejarah bagi Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, sebuah yayasan pendidikan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dikatakan hari bersejarah, pasalnya Menteri Pendidikan Nasional, Prof. DR. Ir. Moh. Nuh, DEA menghadiri acara yang diselenggarakan oleh yayasan dari pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1775 tersebut.

Nuh didapuk untuk memberikan ceramah pendidikan dalam acara Haflah Akhir sannah itu. Dalam ceramah pendidikannya, Nuh banyak memberikan materi-materi dasar serta yang paling aktual dalam dunia pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah cerita aktual yang berkembang di masyarakat saat ini, yakni skandal nasional contekan masal di sebuah SD di Kabupaten Gresik.

Memberikan ceramah dalam acara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren, Nuh tidak luput dengan memberikan ‘sentuhan-sentuhan’ a la pondok pesantren. Salah satunya adalah mengutip beberapa syair dari kitab Ta’lim Muta’allim, sebuah kitab klasik yang hingga kini menjadi rujukan bagi banyak pondok pesantren di Indonesia.

Dalam ceramah di panggung selama 30 menit itu terdapat beberapa ‘sentilan’ yang dapat menjadi sorotan Nuh, utamanya dalam dunia pendidikan. Hal ini berkaitan erat dengan isu kesejahteraan guru.

Sebagaimana yang banyak diberitakan oleh media, kesejahteraan guru dalam beberapa tahun terakhir menjadi perbincangan. Janji-janji anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran belanja nasional banyak menjadi bahan tulisan.

Satu kutipan yang Nuh berikan ialah, bahwa janganlah guru meminta imbalan finansial dari hasil mengajar. Namun demikian, janganlah sampai pihak donator tidak memahami bahwa guru juga memerlukan finansial dalam kelangsungan kehidupan. Maka jalannya, masih menurut Nuh, adalah saling memahami. Memahami yang bagaimana? yaitu jangalah guru sampai meminta imbalan, tapi pihak donator janganlah sampai lupa akan kewajiban untuk memberikan sedikit ‘ganti’ dari jerih payah para gurunya.

Mendengarkan kutipan tersebut adalah sebuah kutipan yang penulis temui di beberapa lembaga pendidikan. Banyak dari guru-guru memberikan pengabdian yang sangat patut untuk dihormati. Sebuah pengabdian yang sangat mahal.

Beberapa kutipan macam, Guru Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, bagi beberapa orang dibikin menjadi bahan guyon. Guyonnya begini, guru-guru dikibuli saja dengan sebutan-sebutan dan semboyan macam itu. Tapi itu sebatas guyon!

Maka satu ungkapan yang pasti, jagalah kehormatan guru sebagaimana mereka mengabdi tiap waktu! []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s