Memilih Dunia; menulis bebas

Tiba-tiba saya membahas hal di atas dengan seorang paman. Memilih dunia, ya, kurang lebih demikian topiknya. Bukan dunia gaib, apalagi dunia akhirat. Adalah dunia dimana kita sebagai manusia menjalani kehidupan di bumi ini.

Singkat kata, apa yang saya sebut ‘dunia’ di atas adalah jalan yang kita pilih sebagai pilihan atau hal yang kita lakukan sepanjang kehidupan kita. Maka tibalah satu hal yang kita sebut sebagai cita-cita.

Saat kecil tentu kita ditanya banyak orang mengenai apa cita-cita kita.

Entah bagaimana aku bisa sampai pada simpulan bahwa, jawaban yang kita berikan saat kecil bukanlah apa yang kita inginkan. Jawaban-jawaban itu adalah sebuah ajaran dari lingkungan sekitar, menjadi semacam ekspektasi dan harapan dari mereka-mereka orang dewasa.

Misal, seorang anak lima tahun diberi tahu mengenai profesi dokter, maka iapun akan memberi jawaban dokter saat ditanya soal cita-citanya. Bukankah demikian? Kupikir iya memang demikian.

Pamanku berkata demikian, “nampaknya yang itu bukan duniamu.” Membuatku berpikir, apakah yang disebut sebagai ‘dunia kita’ adalah apa yang setiap hari kita jalani? Hemm, perlu penelitian mendalam. Hahaha.. 😀

Mencari dan memilih dunia, menjadi semakin pelik saat memasuki masa SMA. Beberapa teman saya saat di bangku SMA mengatakan sangat ingin menjadi tentara. Dan sejauh yang aku tau, berbagai macam pelatihan ia ikuti untuk menuju jalan itu. Nyatanya? Teman saya itu tidak sampai memasuki akademi militer. Kini ia bahkan bekerja di sebuah proyek di belantara Kalimantan.

Beda lagi dengan teman saya yang lain. Di SMA ia tidak pernah menampakkan ingin menjadi apa ia. Jangankan militer, saat mengikuti kelas olahraga pun kuingat ia ngga begitu suka bergerak dan berolahraga, tapi kini? Malah di foto yang ia pajang di akun Facebooknya menunjukkan bahwa ia telah mengarungi sebagian pulau di nusantara lewat kedudukannya sebagai seorang anggota militer.

Bisa dilihat bukan jomplangnya? Yang satu sudah merintis jalan demi mewujudkan keinginan, yang lain malas-malasan dalam olahraga, tapi kini malah mengalami hal yang berkebalikan.

Memilih dunia. Kadang aku masih bingung, apa iya yang dinamakan dunia seseorang adalah apa yang ia geluti demi mewujudkan keinginan? Tidakkah semua orang juga menyimpan hasrat untuk menjadi sesuatu yang ia inginkan. Dan pasti keinginan itu akan mencuat dengan jalan yang tidak diduga sebelumnya.

Hemm, lagi-lagi nulis ngga jelas blas. Hahahaha…. 😀 []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s