Ngelangkahi, Bilas, dan Pernikahan

Baru semalam mengantar Ibu ke rumah seseorang, biasa, masih dalam rangka hari raya Idul Fitri plus hari raya kupatan. Layaknya sebagai seorang pengantar, I was a good listener to every single topics of conversation. hahaha… 😀

Sebenarnya ngalor ngidul topik yang dibahas antara Ibu dan orang yang dikunjungi. Sampailah pada topik tentang pernikahan. Aku juga heran, kok bisa nyantol ke bahasan soal nikah ya? Whatever, tapi berikut adalah sedikit ringkasan ceritanya.

Dalam beberapa kepercayaan bagi sebagian masyarakat Jawa, seorang adik yang mendahului kakaknya dalam menikah, ada unggah ungguh di dalamnya. Satu; bagi beberapa pihak, pernikahan si adik yang mendahului kakaknya akan menjadi semacam “pancingan”, maksudnya, tidak berapa lama kemudian si kakak akan segera menyusul.

Dua; kalo memang si adik laki-laki mendahului kakak laki-laki, maka setelah si kakak menikah, si adik harus melakukan bilas. Apa itu bilas? adalah si adik melakukan pernikahan ulang, dengan mas kawin dan mendatangkan Modin, sebagaimana pernikahan yang masih baru. Jika tidak melakukannya? Bagi yang percaya, si adik akan mengalami kesusahan. Kok bisa? ya, entahlah. Kalau anda percaya yang bagaimana? [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s