Merawat Aset Masjid

Tanggal 28 September 2011 yang lalu sempat ikut rapat Ta’mir Masjid “KG”, sebagai observer (waduh, kayak yes banget… hahahaha 😀 ). Materi dalam rapat tersebut antara lain adalah mendengarkan hasil kerja dari bidang-bidang di bawah pengurusan ta’mir, selama dua tahun terakhir.

Yang paling mencengangkan bagi saya adalah pada bagian ASET MASJID. Masjid KG merupakan masjid yang berada di tengah-tengah masyarakat di sebuah ibukota kecamatan. Aset yang dimiliki banyak dan beragam, mulai dari sebidang tanah di daerah perbukitan hingga persawahan dan ladang, serta akses jalan.

Aset-aset tersebut didapatkan oleh Ta’mir Masjid dari wakaf para jamaah yang digunakan untuk kemakmuran masjid. Bagaimana pemanfaatan aset tersebut? Selama beberapa dekade terakhir, aset tersebut dimanfaatkan dengan cara disewakan. Seperti ladang, dan sawah, akan disewakan pada penduduk yang memerlukan, dengan angka sewa yang disepakati bersama.

Bahkan, ada tanah wakaf yang oleh pengurus masjid disewakan kepada penduduk untuk didirikan bangunan permanen macam rumah tinggal. Untuk jenis sewa dengan mendirikan bangunan seperti ini memiliki jangka waktu yang cukup lama, sekitar 20 tahun.

Permasalahnnya dimana? Permasalahan muncul dari kurangnya kesadaran pemahaman masyarakat akan pentingnya HITAM DI ATAS PUTIH! ternyata dari banyak aset yang ada, bukti berupa surat ataupun perjanjian masih banyak yang perlu untuk dibenahi. Hal ini menjadi catatan pengurus Ta’mir Masjid “KG” untuk membenahi pencatatan aset wakaf, agar tidak menjadi masalah dikemudian hari.

Sebagai pamungkas rapat malam itu, sekretaris Ta’mir mengatakan bahwa merawat aset masjid begitu pentingnya. Bisa dilihat bagaimana Pemkot Surabaya kesulitan merawat aset-asetnya. Bahkan orang NU sampai kehilangan aset berupa masjid dan tanah.

Semoga hal ini dapat dibenahi sejak dini! [Afif E.]

Iklan

2 thoughts on “Merawat Aset Masjid

  1. boedi berkata:

    mas,,kenapa diatas tanah wakaf tersebut kq bisa sampai didirikan bangunan yang permanen,,???bukankah tanah seperti itu bisa dijadikan area yang lebih produktif lagi,,??

  2. Muhammad Afif Effendi berkata:

    hehehe, barangkali ta’mir nya yang bikin kebijakan begitu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s