Politik Indonesia Hari Ini

Bicara tentang politik Indonesia hari ini bak melihat panggung sandiwara. Terlebih dalam isu terakhir, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). bagaimana tidak, semua partai keihatan menunjukkan ‘wibawa’ nya masing-masing.

Saya bukan partisan dari partai koalisi, ataupun bagian dari oposisi. Paling tidak untuk saat ini, karena tidak masuk dalam jajaran satu partai apapun, maka saya menyebut diri saya sendiri netral. 🙂

Kita lihat Partai Demokrat. Partai yang mengusung SBY dalam pemilu tahun 2004 dan 2009 itu, sangat-sangat berada di belakang SBY. Kalau banyak yang menilai bahwa partai Demokrat adalah alat SBY, maka dapat kita sebut demikian. Justru akan timbul pertanyaan manakala Demokrat melenceng dari instruksi dan kemauan SBY.

Dan untuk memperkokoh dirinya sebagai penguasa, SBY melalui Demokrat-nya mengajak beberapa partai untuk bergabung dalam satu sekretariat, yang dapat dibaca sebagai ajakan koalisi. Beberapa partai tergabung. Namun tujuan penggabungan itu tak lain dan tak bukan harus berujung pada “bagi-bagi kekuasaan”. Banyak partai mendapatkan keuntungan dengan mendapatkan jatah kursi menteri di kabinet bentukan SBY.

Berbicara soal partai-partai koalisi, ada satu partai yang bagi saya terlalu plin-plan. Ialah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Kenapa dikatakan plin-plan? Jawabannya sudah jelas. Lihat saja tingkah lakunya. Dalam berbagai media banyak oknum PKS berkata mereka sangat mendukung kebijakan pemerintah. Tapi perbuatan mereka lebih menunjukkan culasnya. Bagaimana mungkin dikatakan mendukung—versi pemerintah—sementara dalam parlemen fraksi PKS seringkali bertentangan dengan sikap partai pemerintah. Cara bermain politik yang sangat kasar dan arogan. Rasanya kalau saya jadi pimpinan opoisisi, saya tidak akan mengajak partai yang bermuka dua macam PKS. Itu kalau saya jadi Oposisi, apalagi kalau saya jadi koalisi! Makin ogah.

Selain demikian, ada juga beberapa partai yang terlalu membabi buta dalam mendukung kebijakan pemerintah. Hampir-hampir sangat kurang elegan, dimana sikap partai seolah akan selalu mendukung, hanya agar tetap kebagian jatah kursi menteri. Sebut saja Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB.

Dan yang paling konyol dalam isu mengenai kenaikan harga BBM adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P. Mungkin karena saking oposannya, sehingga lupa bahwa dirinya mengkritik habis-habisan rencana kenaikan BBM, sedangkan mereka sendiri juga yang telah menaikkan BBM beberapa tahun yang lalu. Amnesia, mungkin. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s