The Colorful India

Sebuah klaim dari guru kesenian SMA saya menyebut bahwa pusat perfilman dunia ada tiga. Pertama Hollywood, dengan kekuatan produksi dan mengguritanya. Kedua Hong Kong, dengan aksi battle-nya. Ketiga adalah India, dengan warna lagu dan kesemarakan festival–yang bagi guru saya tersebut, Hollywood belum bisa menghadirkan kemeriahan a la Bollywood.

Sebuah kuil hindu tampak di belakang sana

Shakh Rukh di depan sebuah kuil hindu

Barangkali begitu acuhnya saya waktu itu, sehingga saya kurang memperhatikan klaim guru saya tersebut, baru akhir-akhir ini saja saya pikir, memang iya. 🙂

Mencomot film “Rab Ne Bana Di Jodi”, menunjukkan kelihaian sutradara (dan industri film India secara umum), bagaimana ramuan judul “tuhan” dapat dikemas sedemikian cantik. Saya baru menyaksikan film ini setelah seorang teman bercerita panjang lebar soal plot film ini.

Film yang dibintangi Shakh Rukh Khan(sebagai Surinder Sahni) dan Anushka Sharma (sebagai Taani Gupta) ini membuat saya harus memutar berulang-ulang lagu tema nya yang berjudul “Tujh Mein Rab Dikhta Hai”. gak tau apa artinya… hehehe 😀

Namun dari alur lagunya mengenai cinta dan kuasa tuhan lewat cinta (bener kah??? hehehe), cerita beralih dari simbol-simbol beberapa agama besar. Sebut saja adanya scene awal saat Suri dan Taani memasuki sebuah kuil Hindu. Pada scene ini ditampilkan Taani berdoa secara hindustani.

Simbol Yesus di belakang aktris

Pada scene kedua setelah Taani diberi kejutan oleh Suri berupa siraman bunga, scene beralih ke adegan dimana Suri dan Taani berada dalam sebuah gereja. Penuh dengan simbol-simbol Kristiani.

Dan dalam satu scene, digambarkan Suri dan Taani memasuki areal sebuah makam. Dan saya kira berdoa secara Islam. Sebuah peralihan scene yang indah, tapi juga membingungkan. Sebenarnya si tokoh dalam film ini beragama apa?

Scene berdoa di sebuah makam

Karena dalam lagu yang lain “Tujh Mein Rab Dikhta Hai” versi kedua, ditampilkan Golden Temple di Amritsar. Sebuah kuil lambang dari agama Sikh.

Sebenarnya juga tidak perlu diambil pusing, toh sutradara berusaha mengarahkan penonton dalam sebuah situasi ritual-ritual agama saja, sebagai bumbu dari judul film ini.

Scene di Golden Temple, Amritsar

Terlepas dari itu, saya suka warnanya. Sutradara benar-benar berusaha menggambarkan kondisi masyarakat India dengan tetap menyentuh nilai universal melalui simbol agama-agama besar dunia.

Dan menonton berulang kali scene dari lagu-lagu tersebut terasa betul nuansa festival ataupun pesta-pesta yang oleh Hollywood tidak begitu meriah dalam penyuguhannya. Bener-bener India yang penuh warna. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s