Lipstik Media di Panggung Politik Indonesia

Malam hari pertama Idul Fitri 1434 H/ 2013 M, saya dan adik saya melihat siaran berita TV-A, salah satu stasiun TV swasta nasional. Headline berita, “OPEN HOUSE BAPAK XYZ,” salah satu politikus di Indonesia. Sambil tersenyum saya berujar sendiri, “Kenapa Lebarannya Pak XYZ diliput TV-A?” karena TV-A kepunyaan Pak XYZ. 😀

Dalam pengamatan sekilas, sebagian besar pemilik media (yang juga pemain politik) semakin tahun berlomba-lomba agar TV-nya meliput acara ataupun cerita seputar dirinya. Ah, ‘Lipstik’ banget… 😀

Jadi mikir-mikir, apakah masih ada media massa yang netral dari urusan ‘lipstik’ politik? Katakan saja satu atau dua ada lah yang masih netral. Tapi bagaimana dengan kemungkinan pengaruh TV netral tersebut di masyarakat, sedangkan media berlipstik yang beroperasi kebanyakan adalah media besar dan berpengaruh luas. Maka Media Lipstik macam ini menjadi alat yang ampuh untuk menebar pengaruh pada opini masyarakat.

Urusan lipstik media ini barangkali tidak akan begitu menjadi permasalahan (permasalahan di tulisan ini 😀 ) jika media-media tersebut berimbang dalam melaporkan ‘kelakuan’ para pemain politik itu. Masalahnya adalah mereka mulai tidak imbang dalam melaporkan beritanya. Di satu sisi mereka menyanjung-nyanjung si pemilik media, tapi di sisi lain menghujat habis-habisan pemain atau partai politik yang tidak punya media. Bahkan saat satu partai politik mengalami masalah internal, sampai-sampai akun Twitter para pemainnya menjadi sorotan. Begitu sih #PesanAyah….. (loh, kok muncul #PesanAyah… 😀 ).

Maka simpulan sementara, sebagai orang awam, masyarakat harus pandai-pandai menjaga opini dan sikap. Apapun pemberitaan yang ada di media, tentu tidak terlepas dari kepentingan si pemilik media. Waspadalahwaspadalah… 😀

NB:

Bapak yang belakang sana teriak pada saya: “Ngapain ngurusin politik segala! Yang penting kan bisa makan, TITIK!”

Epen: “Bapak, daging sapi yang dihidangkan di piring anda juga tidak lepas dari urusan politik loh…. 🙂  “

Bapak tadi: “kok bisa daging sapi disambung ke urusan politik?

Epen: “Hahaha, iya dong… itu tuh… dagingnya Darin Mumtazah.. eh, keliru… daging sapi-nya Tante Darin Mumtazah… 😀 “[Afif E.]

Iklan

3 thoughts on “Lipstik Media di Panggung Politik Indonesia

  1. Harry Azhari berkata:

    Media itu powerfull untuk memanipulasi opini yang tercipta di ranah masyarakat, bang… Sayangya bukanya lebih menampilkan edukasi bagi publik, Media sekarang justru memanfaatkan kekuatannya tersebut untuk menyuguhkan kepentingan politik para elit.

  2. Muhammad Afif Effendi berkata:

    iya bang. kita sebagai masyarakat awam sepertinya kudu semakin paham betul bahwa tidak semua yang ada di berita dapat kita telan secara mentah2… 🙂

  3. Harry Azhari berkata:

    Nah, itulah yang kali ini jadi masalah baru, bang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s