Buat Apa Mahasiswa STTQ Membuat PKM?

Saya perkenalkan pada anda pembaca blog saya yang kurang familiar dengan kampus bernama STTQ. Adalah sebuah kampus yang berada di Kabupaten Gresik, dengan nama panjang Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik. Kampus yang masih kecil. (catat: masih kecil!). saya beri prolog pada tulisan ini biar tidak membingungkan. 🙂

Program Kreativitas Mahasiswa atau yang lumrah disebut PKM merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIRJEN DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sebuah program dimana kampus ITS Surabaya menjadi juara umum, mulai dari tingkat perolehan pemenang PKM yang mencapai  500 proposal, dan juara umum PIMNAS 2013 di Mataram.

Kenapa ITS mampu menjadi kampus yang paling banyak memenangkan jumlah PKM hingga 500 proposal? Bukan terlalu memuji, tapi rupanya semua elemen sivitasnya begitu “menggila”. Sangat bersemangat dalam membuat PKM. Mulai dari unsur pimpinan di tiap lini, dosen, hingga mahasiswanya. Saya sampek ‘ngiler’ dengan semangat setiap unsur yang ada di tiap elemen di kampus itu. Maka 500 proposal lolos pendanaan, serta menjadi juara PIMNAS 2013 di Mataram sudah sewajarnya didapatkan ITS.

Kembali ke kampus STTQ. Sebagai salah satu kampus di Indonesia, tentu STTQ Gresik pun tak ingin ketinggalan dengan wadah kegiatan yang positif tersebut. Saya kadang-kadang mikir, apakah PKM ini menjadi jawaban atas 20 persen dana APBN yang diperuntukkan bagi pendiidkan? Kalau memang iya, maka semua mahasiswa harus merebutnya. Kenapa harus direbut? Namanya saja alokasi dana, sebesar apapun, kalo tidak direbut ya gak kebagian, wong rakyat Indonesia ini jumlahnya 250 juta. 🙂

PKM saya sendiri menganggapnya ajang belajar yang sangat bagus buat mahasiswa. Dari segi penulisan ilmiah, jelas sekali menantang. Dari segi keilmuan, masuk juga dengan bidang penelitian, penerapan teknologi, hingga karsa cipta. Pengabdian pada masyarakat, jelas sekali ada di PKMM. Sedangkan kewirausahaan juga masuk dalam PKM Kewirausahaan.

Dari sudut pandang kampus? Jelas sangat signifikan, semakin banyak mahasiswa yang menang dalam PKM, maka kampus tersebut memiliki mahasiswa yang kompeten dan penuh semangat. Maka itu pula yang membakar mahasiswa ITS sehingga dapat menang di ajang PKM.

Ada stigma yang ditangkap oleh beberapa teman mahasiswa, bahwa teman mereka sesama mahasiswa tidak mau membuat PKM karena tidak mampu dan mereka berasal dari sebuah kampus swasta kecil. Jawaban singkat atas pikiran-pikiran ini adalah, BUKAN ITU! Tapi karena dia kurang bersemangat!

Al-Azhar, Harvard, MIT, hingga Monash University, adalah kampus-kampus tidak dibangun dalam keadaan besar. Kampus-kampus tua tersebut berasal dari kampus-kampus kecil yang ada di berbagai pelosok, dan juga bukan kampus PTN, tapi KAMPUS SWASTA! Namun semangat para sivitas akademika nya lah yang menumbuhkembangkan kampus tersebut. STTQ “masih” kecil, tapi akan besar sebagaimana kampus-kampus tersebut! Dengan syarat adanya semangat akademik dari semua elemen sivitas akademikanya.

Dalam pergerakan menuju PKM 5 Bidang 2013 (didanai 2014), saya turut membantu memberi semangat pada mahasiswa STTQ agar turut serta dan aktif menulis PKM. Namun demikian, ternyata ada saja mahasiswa yang bersifat “Bully”. Merendah-rendahkan temannya yang membuat PKM. Tak kurang dari itu—dalam isitilah saya, mereka BERDAKWAH.

Apa yang saya maksud “berdakwah”? maksud saya, mereka berkicau di berbagai media Facebook, terutama grup Facebook, berkomentar miring mengenai PKM. Mulai dari istilah yang kampus menindas mahasiswa lah, PKM harus dari “hati”lah. Omong kosong semua! Nyatanya mereka dari awal kuliah tidak pernah ikut PKM!

Baru kali ini saya nyadar, kaum JAHILIYAH yang diceritakan oleh Nabi Muhammad SAW bukanlah orang bodoh. Tapi para orang pintar yang berbuat kebodohan dengan “berdakwah” yang bersifat destruktif. Tindakan koar-koar agar mahasiswa tidak berprestasi juga destruktif, kan… 😀

Tidak ada masalah nyata jika mahasiswa tersebut tidak membuat PKM. Tidak ada efek walau mereka tetap berkoar “jangan membuat PKM” pada mahasiswa yang lain.

Whatever you all said, gak ada pengaruh pada kami dan semua mahasiswa yang menulis PKM. Tak pula menyurutkan membuat PKM, karena niat sudah kenceng dan terbukti sudah ada mahasiswa STTQ yang bisa menang PKM tingkat Nasional (untuk tahun 2013 saja, STTQ pada PKM 5 Bidang 2012 menang 2 proposal, dan pada PKM KT menang 2 karya Artikel Ilmiah). Namun kalian “para Jahiliyah” tetap mlongo dari tahun ke tahun dengan status Facebook atau twit Twitter, “Buat apa sih ikut PKM segala?”. Jawabannya, supaya kalian para jahil tetap dongo dan mlongo pas ada mahasiswa STTQ yang menang tiap tahunnya! 😀 [Afif E.]

//

Iklan

One thought on “Buat Apa Mahasiswa STTQ Membuat PKM?

  1. entok jos berkata:

    sip om, bagus 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s