Mata Uang itu Bernama “Permen”

Paling kesal jika kita pergi ke minimarket, kemudian si kasir mengatakan, “Maaf ya Mas, kembaliannya yang 300 perak diganti permen.”

Pernah kalian mengalami hal serupa? Herrrgggghhhhgg… nggak cuma bikin gigit jari, tapi juga bikin kesal. Barangkali akan ada yang menyanggah, kenapa saya sampek harus menulis soal uang recehan rupiah yang diganti dengan permen. Bukan masalah mata duitan, bukan pula masalah tidak mau merelakan uang ratusan rupiah.

Kata adek saya saat mencoba permen kembalian tersebut, “enak Mas permennya.” Hadew… itu kan adek saya yang masih Madrasah Ibtidaiyah (sederajat SD). Tapi konsumen kan bukan cuma anak Madrasah Ibtidaiyah yang dapat dengan mudah—bahkan gembira—menerima uang kembalian berupa permen! Coba deh kita pakek suatu logika terbalik.

Logikanya sederhana saja, tapi silakan dipikirkan. Jika seringkali kita diberi kembalian berupa permen, maka apakah kasir (baca; minimarket) akan rela barang-barangnya dibayar dengan permen? Tidakkah hal seperti ini sekedar modus untuk mengeruk keuntungan dari segala sisi?

Dan saya pikir saya bukanlah orang pertama yang komplain soal ini. Saya masih ingat betul salah satu TV swasta nasional pernah membuat liputan soal mata uang permen ini.

Hal terbaru yang menjadi syu’udzon atau pikiran buruk saya adalah “modus sumbangan” oleh beberapa minimarket. Pertanyaannya adalah apakah sumbangan tersebut diberikan pada yang berhak menerima? Apakah ada transparansi keuangan yang diminta sebagai sumbangan itu? Sekali dua kali sih oke. Tapi coba bayangkan berapa orang yang akan membeli di minimarket dan diperlakukan demikian? Maka dapat dipastikan berapa uang “sampingan” yang terkumpul dari kegiatan demikian? Kok jadi syu’udzon melulu ya jadinya pikiranku. Gara-gara uang kembalian permen nih. 😀

Hemm…. Perlu diteliti nih. Meneliti uang minimarket. Wkwkwkwkw 😀 [Afif E.]

//

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s