RATU MAJAPAHIT PUN BUTUH PENDAMPING: PEMIMPIN DUNIA DAN PASANGAN HIDUPNYA

Tiba-tiba malam ini ikut nonton TV. Lumayan lama ndak nonton sinetron. 😀

Di salah satu stasiun TV nasional tengah disiarkan kisah kolosal pada masa Majapahit. Kisah tentang Ratu Majapahit dan Damarwulan. Saya tidak mau membahas urusan scene dan adegan dalam sinetron tersebut. Saya ingin membahas dari sisi cerita cinta sang ratu dan Damarwulan. (cie, cie…. 😀 😀 😀 ).

Hingga saya menulis artikel ini, saya tidak tau apakah kisah cinta sang ratu pada sinetron tersebut benar-benar didasarkan pada kisah aslinya. Saya cuma menganalogikan angan saya pada beberapa pemimpin dunia yang benar-benar menjadi satu dengan pasangan mereka. Melebur jadi satu dalam urusan saling membantu menunaikan urusan negara. Kisah cinta mereka membentuk kisah, melukiskan sejarah, begitu Bunga Citra Lestari melantunkan Soundtrack film Habibie dan Ainun.

Balik ke urusan sinetron kolosal tadi, terdapat salah satu adegan galau yang dipasang oleh sang sutradara. Adegan galau itu dialami oleh sang Ratu karena kisah cintanya bertepuk sebelah tangan, karena Damarwulan ternyata mencintai gadis lain. Sang Ratu menyampaikan keluh kesahnya pada dayang-dayang kepercayaannya. Ia menyampaikan betapa berat tugas menjadi ratu, namun di satu sisi kekuasaannya sebagai ratu tidak dapat menyentuh cintanya, cinta Damarwulan. Ah, benar-benar mellow.. 😀 😀 😀

Saya sendiri sempat membaca dan menonton di berita dunia maya, mengenai beberapa pemimpin dunia dan pendamping mereka. Ainun dan Habibie, Abdullah Gul dan Hayrunnisa, Bu Ani dan Pak SBY, Gus Dur dan Shinta Nuriyah, Pasangan Bill dan Hillary Rodham, hingga sekilas pengamatan cerita tentang Bu Tien dan Pak Harto.

Mengenai Ainun dan Habibie barangkali bisa kita lihat kisahnya di film. Kisah Abdullah Gul dan Hayrunnisa yang bersama menantang sekularis Turki, sedangkan mereka berada di tengah arus sekularisme Turki. Kisah Bu Ani dan Pak SBY … mmm… saya kurang referensi. Hehehehe…

Lanjut ke kisah Gus Dur dan Shinta Nuriyah, dapat pula kita baca dan saksikan di banyak referensi di dunia maya. Kemudian ada juga kisah Bu Tien dan Pak Harto, penguasa Orde Baru yang berhasil berkuasa selama tiga dekade. Mewarnai kehidupan Indonesia. Namun begitu Bu Tien meninggal, cerita berubah total.

Kata guru saya, begitu Bu Tien meninggal, bisa apa Pak Harto? Begitu guru saya menggambarkan betapa pentingnya sosok pendamping bagi para pemimpin dunia. Kisah ini tergambar jelas saat Bill Clinton diguncang skandal perselingkuhannya dengan Monica Lewinski. Media Barat bahkan menyebutkan goncangan skandal tersebut membuat Bill Clinton terancam dimakzulkan sebagai presiden AS oleh Parlemen. Namun Hillary begitu gigih dalam masa itu, sehingga pemakzulan pun tidak terjadi.

That’s why I said, pendamping begitu penting bagi pemimpin dunia. (atau mungkin semua orang kali ya… hehehehe).

Yang sedikit membuat saya bertanya-tanya adalah beberapa pemimpin dunia yang memutuskan tidak menikah (UNMARRIED STATUS). Kadang-kadang mikir, lalu di tengah goncangan politik di sekeliling mereka, pada tangan siapa mereka akan menggenggam? Siapa teman curhat mereka di balik sorot mata dunia? Teman curhat yang memberikan berita kabar buruk sebagai berita yang jujur untuk dirinya? Bukan pemberi kabar baik sebagai pemanis bibir belaka. Entahlah. [Afif E.]

The Stories you can access here:

1. Abdullah Gul and Khayrunnisa

2. Habibie and Ainun

3. Soeharto and Bu Tien

 

//

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s