Wakil Bupati Gresik: “Setiap Pembangunan ada Dampaknya”

Satu hal yang menarik perhatian saya saat menghadiri undangan wisuda sarjana Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik 10 Mei 2014 lalu, yakni sambutan dari Wakil Bupati Gresik. Saya agak heran, kedatangannya untuk kedua kalinya di wisuda pada kampus yang sama ini dalam rangka mewakili Bupati Gresik, entah kenapa sang Bupati selalu berhalangan hadir. Tapi tulisan saya ini tidak mau membahas panjang soal itu.

Sekali lagi saya tertarik pada sambutan yang diberikan oleh bapak Muhammad Qosim, sang Wakil Bupati. Saya paham betul undangan di sekitar saya begitu antusias menunggu guyonan-guyonan yang dilemparkan disela sambutannya. Maka sampailah beliau pada bagian pembangunan kabupaten di utara Jawa ini.

Saya tidak ingat betul per kata dari sambutan wakil bupati berkumis tebal ini. Namun bagian-bagian darinya saya ingat betul, akan tetapi semoga tidak dianggap ada yang saya pelintir. Anda-anda para pembaca bisa mengeceknya langsung dari video yang dimiliki oleh panitia wisuda Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik.

P1040408

Muhammad Qosim (Wakil Bupati Gresik) pada sambutan acara tersebut

Pembahasannya soal pembangunan saya rasa ingin memberi konfirmasi tentang kemacetan yang terjadi di Jalan Nasional Pantura Jawa yang melintasi Kabupaten Gresik, utamanya yang terkait Jembatan Sembayat yang beberapa lalu dijenguk oleh Presiden SBY akibat terancam ambruk ke dasar Bengawan Solo.

“Setiap pembangunan ada dampaknya” demikian ‘kilah’ sang wakil bupati. Sekali lagi dalam pemahaman saya kalimat itu seperti memberi pemahaman bahwa kemacetan berjam-jam dan berkilo-kilo meter di Jembatan Sembayat adalah ‘dampak’ yang barangkali baginya remeh.

update 28 mei 2014-2

Salah satu Update status pengguna Facebook, berusaha memastikan macet tidaknya Jembatan (screen shot 28 Mei 2014)

Memang, Pak, saya setuju dengan Bapak, bahwa dalam pembangunan ada dampaknya. Ketika gedung olahraga yang megah bernama Gelora Bung Karno dibangun, warga dusun Senayan di Jakarta sana harus direlokasi demi tujuan itu. Ketika Belanda memindah aliran Bengawan Solo yang semula ‘menabrak’ Selat Madura menjadi ke Laut Jawa juga ada dampaknya. Pasti ada dampaknya, Pak. Pasti ada dampaknya….

update 28 mei 2014

Kemacetan di Pagi Hari (28 Mei 2014)

Tapi saya harap Bapak-bapak mau bijaksana, tidak sekedar memikirkan bahwa ADA dampak, tetapi juga mohon diminimalisir dampak bagi teman-teman saya. Apa hubungannya? Ya, berhubungan erat pak. Teman-teman saya adalah salah satu warga Bapak, warga Gresik yang bekerja dan melintasi Jembatan Sembayat. Demi sesuap nasi, Pak. Mungkin teman-teman saya ada saja yang tidak memilih Bapak-bapak ketika PILBUP lalu. Tapi mohon Bapak-bapak ingat sumpah Bapak ketika pelantikan dulu. Bahwa bapak-bapak tidak hanya memberi pelayanan pada pemilih bapak, tapi bapak memberi pelayanan pada seluruh warga. Terima kasih, Pak… [Afif E.]

update 26 mei 2014

Kemacetan di Malam Hari (Update 26 Mei 2014)

Iklan

4 thoughts on “Wakil Bupati Gresik: “Setiap Pembangunan ada Dampaknya”

  1. sek tas wero kalimatnya pak epen sangat sejuk didengar

  2. Muhammad Afif Effendi berkata:

    Ngombeh Es bee. 😀 😀 😀

  3. aw aw aw, iku wayahe gawe jembatan anyar maneh

  4. Ucrut unyuet berkata:

    kata upin ipin….Betul Betul Betul….. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s