Ketika Marion Mengisahkan Napoleon

Judul tulisan ini adalah Ketika Marion (baca: Mariong) Mengisahkan Napoleon (baca: Napoleong). Kisah pada tulisan ini mencomot bagian dari film 99 Cahaya di Langit Eropa, pada bagian scene perjalanan Hanum dan Rangga ketika ketibaan mereka di Paris, Perancis. Di sana sudah menyapa Marion Latimer, yang siap dengan segudang ceritanya tentang Islam di Eropa. “Assalamualaikum…” begitu sapa wanita bule itu, menjadi pertanda awal perjalanan Hanum Salsabiela Rais di Paris.

marion

Bonjour au Paris…!

Perjalanan Hanum dimulai dari Museum Louvre. Salah satu museum terkenal di Paris, atau bahkan mungkin di seluruh dunia. Ya… sebelas-dua-belas sekelas dan sama terkenalnya dengan Museum Majapahit di Mojokerto lah. Optimis rek… 🙂

Di Louvre, Hanum dituntun oleh Madame Marion melihat lukisan Mona Lisa, dan tontonan utama yang dikisahkan oleh Putri Amien Rais tersebut ialah lukisan Bunda Maria (Maryam). Sebagaimana yang diketahui oleh kaum Nasrani secara luas, lukisan Maryam dalam berbagai versi pelukis Eropa disajikan dalam wujud perempuan berkerudung.

di depan lukisan bunda maria

lukisan bunda maria

Marion meminta Hanum memperhatikan lukisan Maryam tersebut. Sekilas tidak ada yang unik. Namun kemudian Marion menuntun Hanum agar memperhatikan tepian kerudung Maryam. Terdapat aksara Arab di sana. Apa tulisan aksara Arab itu? Tulisannya berbunyi, Laa Ilaha Illallah.

“Di lukisannya Bunda Maria ada tulisan Laa Ilaha Illallah, Marion?” Tanya Hanum.

“itu Good Question, kita jawab nanti” Tukas Marion.

Tujuan kedua dari perjalanan Hanum dan Marion ialah Arc de Triomphe atau gerbang kemenangan. Dari atas bangunan yang menirukan gaya sebuah bangunan di Kediri Jawa Timur itu, Marion menunjukkan jalan yang membentuk garis lurus, dimulai dari Champs-Elysees, Tugu Emas (Obelisk Monument), Air Mancur Besar, hingga Museum Louvre. Semuanya ada di garis yang lurus, benar-benar di garis yang lurus. (Pertanyaan saya, manakah yang benar, Arc De Triomphe di Paris yang menirukan bangunan di Kediri? Ataukah sebaliknya? 🙂 😀 😀 😀 ).

menghadap kabah

Patung di Depan Museum Louvre. menghadap Ka’bah?

Garis lurus itu adalah ide Napoleon setelah kembali dari Mesir. Jika garis lurus tersebut di tarik ke arah timur, akan ditemui bangunan paling impresif di dunia. Tarik lurus terus garis hingga keluar batas Perancis hingga menembus batas benua, dan titik bangunan itu ada di Makkah, that was Ka’bah!

“Jadi Napoleon sengaja membuat patung itu menghadap ke arah Ka’bah, Marion?” Tanya Hanum.

Dengan sinyum simpul cantik Dewi Sandra, menjadi gambaran senyum Marion membiarkan pertanyaan itu mengawang.

senyum marion

Lalu jawaban dari pertanyaan tentang Kerudung Maryam tadi apa???? 🙂 silakan baca sendiri di bukunya dengan judul yang sama dengan filmnya! 🙂 [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s