Sudah Cukup Bule-Kah Wajahmu?

Sering lihat televisi dalam beberapa tahun belakangan? Banyak bule wara-wiri kan…? Nhah… Saya lihat dari sekian banyak status teman Facebook, mereka memajang status-status ingin jadi artis atau penyanyi terkenal seantero Indonesia. Pertanyaan saya sederhana, ‘sudah cukup bule kah wajahmu?’

Terdengar rasis mungkin, tapi memang demikianlah kondisi arus media utama di negeri yang digadang sebagian orang bernama Republik Nusantara ini. Padahal jangan-jangan keinginan merubah negara ini bak perubahan nama EBTANAS menjadi UAN, lalu UN, hingga UNAS. Toh sistemnya sama kan? Hanya labelnya saja yang berganti.

Balik lagi ke urusan wajah bule. Saking banyaknya wajah bule yang wara-wiri di layar kaca, bahkan adik saya bisa menghitung tak ada hitungan jari satu tangan wajah asli Indonesia.

Satu kali di tahun 2013 saya mengikuti kursus bahasa yang ‘mahal bingit’ di Surabaya. Bermotto sekolah bahasa terbesar di dunia, tempat kursus ini membatasi jumlah siswanya, tak sampai lima belas kepala per kelasnya. Walhasil jadilah timbul istilah ‘mahal bingit’ itu dalam artikel ini. Tapi mahal itu relatif kawan, toh ada enam modal dalam mencari ilmu sebagaima ditulis dalam Ta’limul Mutaallim, dan salah satunya adalah biaya. 🙂

Pengajar di tempat kursus itu dalam satu sesi seorang native speaker–dalam kasus saya seorang Canadian, dan di sesi sisanya adalah orang Indonesia.

Tibalah kami sekelas dalam sesi pengajar native speaker alias pengajar yang seorang ekspatriat. Namanya Kyle, entah apakah saya tepat mengeja namanya. Sebenarnya kursus ini memusingkan. Dibalik jam kursusnya yang dilakukan malam hari setelah dipusingkan dengan jam kuliah, ucapan Kyle sama sekali membuat kepala saya pening bukan kepalang. Benar-benar saya harus bisa mengartikan pronounciation lidah bule-nya itu, ditambah kadang-kadang Kyle seperti kehabisan bahan untuk diajarkan pada kami sekelas.

Persis di saat itulah ganti teman-teman kursus kami yang menjahili Kyle. Teman-teman kursus ganti bertanya mulai dari apakah dia punya pacar, hingga berapa bayaran dia dari mengajar di tempat kursus itu. Pada titik poin dia menjawab “not too much,” maka muncullah kalimat berikut;

You should try to become celebrity in Indonesia…” tukas salah seorang teman.

Do you think so?” timpal Kyle.

Yeah, in here… You can become a famous actor. Or even just become an advertising talent.”

Dan… Entahlah… Lugunya si Kyle malah meladeni ucapan teman-teman kursus saya itu sepanjang kelas malam hari itu. Dan…. Inilah suasana yang akan kalian dapati di tempat yang mahal bingit itu… Hemmmm… Bertemu the next celeb of Indonesia. Hahaha 😀

Maka kawan, kalau kalian ingin jadi artis atau penyanyi terkenal, coba deh dijawab dulu pertanyaan ini, “Sudah cukup bule-kah wajahmu?” 🙂 😀 [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s