Bumi Manusia: Kisah Penjajah dan yang Dijajah

Membaca Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer bak membaca satu buku berat berisi gambaran sejarah. Di dalamnya digambarkan bagaimana kehidupan seorang Nyai Ontosoroh, gundik belanda dan pertemuannya dengan pemuda bernama Raden Mas Minke.
Ketertarikan saya sendiri harus saya akui bermula dari kabar pemfilman karya Pram yang ditulis dalam penjara tersebut oleh Mira Lesmana. Sebagaimana diketahui umum, produser yang juga istri dari Mathias Muchus itu tak begitu banyak memproduksi film. Tak lain dikarenakan ia mempertimbangkan betul sisi materi dari film yang akan ia bandani.
Bumi Manusia sendiri mengambil setting Hindia Belanda, cikal bakal Indonesia. Masa dimana hanya seorang bangsawan atau minimal anak-anak pembesar Jawa saja yang bisa bersekolah ‘secara Eropa’. Hal ini digambarkan betul pada sosok Minke yang anak seorang bupati.
Namun demikian, layaknya setting masa kolonial, Pram menggambarkan beberapa pergulatan yang untuk saat ini saya rasa kurang relevan–tentu dari segi kehidupan yang digambarkan. Sebut saja unggah ungguh masyarakat Jawa keraton yang mengharuskan untuk berjalan dengan setengah ngesot jika menghadapi seorang pembesar. Minke dalam satu sesi adegan digambarkan harus mengalami dan melakukan adat yang demikian pada ayahnya sendiri. Ia merasa amat sial, dan merasa dipermalukan. Dirinya yang berpendidikan eropa harus melakukan yang demikian, sesuatu yang memalukan, pikir Minke.
Dimasa kolonial, hal tersebut mungkin terkesan memalukan bagi beberapa orang. Tapi lihatlah, dalam beberapa konteks Indonesia kekinian, para selebriti juga tak segan untuk melakukan hal itu saat mereka menerima pentasbihan mereka sebagai seorang yang bergelar bangsawan ala sebuah keraton di Jawa Tengah.
Unik. Bagaimana kita masuk dalam alam kolonial masa itu. Menjadikan penasaran, bagaimana rupa Bumi Manusia dalam wujud film nanti. Selamat membaca. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s