Assalamualaikum Beijing!: How was the Book Flew

Salah satu tantangan bagi para produser film yang diangkat dari sebuah buku adalah bagaimana memenuhi imajinasi dari para pembaca bukunya. Kadang-kadang terselip hal itu saat saya membaca tengah-tengah buku yang ditulis oleh Asma Nadia ini.
Dengan ‘tag line’ Pergi CInta Mendekati Cinta, buku ini membawa bumbu kunjungan ke Beijing sebagai kisah awal. Namun tidak seperti dalam buku-buku lain yang lebih menjual kisah kehidupan luar negerinya, pertemuan Asma dan Zhingwen lebih terkesan ‘menumpang’ di kota Beijing.
Asma Nadia menyajikan kisah patah hati antara Dewa dan Ra dalam bab tersendiri. Seolah menuntun pembaca untuk melihat kisah dari dua orang yang berbeda. Namun tidak pada akhirnya. Pembaca pada akhirnya akan dapat menerka dengan ‘tuntunan-tuntunan’ halus yang dirangkai oleh Asma Nadia dalam baris-baris kalimatnya.
Diceritakan, Asma–sang tokoh utama dalam buku ini–menemukan Zhongwen, sebagai pengisi hatinya. Menggantikan pengkhianatan yang dilakukan oleh Dewa. Apa daya, penyakit aneh bernama APS menderanya. Lalu bagaimanakah kelanjutan kisahnya? Silakan temukan dalam buku yang diterbitkan oleh Asma Nadia Publishing House ini.
Bagi saya, Asma Nadia yang masuk dalam genre penulis beragenda pesan-pesan islami ini, sudah sangat halus dalam menyampaikan pesan-pesannya. Sebagaimana kita tahu, terdapat pula penulis yang mengeksplorasi betul kisah-kisah sensualitas. Kisah dalam Assalamualaikum Beijing! ini juga memiliki ‘scene’ serupa. Namun demikian, berbeda dengan penulis yang ber-genre sensualitas, alih-alih Asma Nadia menggiring pembacanya ‘cukup’ dengan puisi pengantar dalam antar-babnya, yakni “O, ingin kutikam nafsu yang mencuri akal sehat dan menelantarkanku pada rimba tak bernama.” cukup dengan puisi ini, Asma Nadia sudah bisa mengantarkan kekarepan (baca: keinginan) idenya pada para pembacanya. Sebuah cara yang cantik.
At least, buku ini bagus untuk dibaca. Selamat membaca. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s