30 Paspor, 30 Cerita, 30 Jalan Hidup Pembuka Masa

Bermula dari pemberian tugas model baru pada mahasiswa, Rhenald Kasali, dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, buku berjilid dua buah ini dimulai. Tugas ini pada mulanya membuat para wali mahasiswa mencak-mencak, para rekan dosen Rhenald juga turut menghakimi. Tugas apa itu? Rupanya Rhenald Kasali memberika tugas bagi mahasiswa yang ikut kelasnya untuk MEMBUAT PASPOR dan MELANCONG! Tugas macam apa itu! Kurang lebih mungkin demikian dalam benak ‘penghujat’ Kasali. Tulisan Kasali mengenai ide nya untuk meminta mahasiswa membuat paspor dapat kita baca di sebuah media cetak (dan kini sudah dapat dibaca secara online).

Bermula dari tugas ‘konyol’ itulah, lantas muncul sebuah buku bertajuk “30 Paspor di Kelas sang Profesor” ini. Bukan buku yang terlalu luar biasa, mung hanya kumpulan 30 tulisan yang ditulis oleh mahasiswa biasa (yang tak lagi biasa). Yah, memang saya rasakan betul tulisan yang ada dalam buku ini benar-benar polos mengalir. Bahkan tak jarang terdapat pula ulasan yang saya rasakan (maaf) garing dan membosankan. Hal ini tak lepas dari tulisan mahasiswa biasa yang saya maksudkan tadi.

Namun justru disitulah letak kekuatan dari buku ini. Lihat dan bacalah, betapa tulisan yang polos dan lugu itu membuncahkan dan berusaha menyesakkan bergunung-gunung semangat dan pengalaman pertama dari para mahasiswa penulisnya. Benar-benar paparan yang kadang saya pikir, ITU SANGAT SAYA. Nora, berasa terbang saat petugas memberi pengesahan dalam lembar paspor kita untuk pertama kali.

Beberapa pengalaman konyol juga mereka ceritakan secara lancar dalam buku ini. Macam kepolosan mereka saat jalan-jalan di Bandara Changi Singapura, yang lantas malah digiring dan diinterogasi imigrasi Singapura. Gara-garanya sederhana, si mahasiswa ini tidak boleh keluyuran, lah wong seharusnya dia transit untuk menuju ke Myanmar! Konyol, tapi lucu, juga jelas membekaskan pengalaman yang tak ternilai bagi si pelaku.

At all, mungkin bahasa yang ada dalam buku ini campur-campur. Namun demikian, bermula dari 30 Paspor, menjadi 30 Cerita, namun jelas menjadi 30 kisah pembuka masa bagi para penulisnya. Selamat membaca. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s