“You and I”, Seni dan Berbahasa

Dalam suatu kelas yang saya ikuti, saya sempatkan diri untuk bertanya pada tutor kelas saat itu. Pertanyaan saya sederhana, “Bagaimanakah aturan penggunaan kata ‘You and I’?”
Tanpa saya duga, dengan lantang tutor saya menjawab, “Dalam bahasa Inggris tidak ada kata ‘You and I’, yang ada hanya ‘You and Me’”. Seluruh mata orang sekelas waktu itu sontak memandang saya. Aduh! Betapa saya malu waktu itu.
Loh, kenapa saya malu? Lah, terang saja waktu itu seisi kelas tertawa (walau tidak keras). Namun dalam hati saya masih tidak puas dengan jawaban tutor saya.
Selama dua tahun saya memendam pertanyaan itu. Dalam penjelasan beberapa situs bahasa Inggris, “You and I’ dapat digunakan! Bahkan beberapa penyanyi menuliskan bait lirik musik mereka dengan ‘You and I’!
Sebut saja Anggun Cipta Sasmi dengan You and I(echo)-nya. Kemudian You and I milik One Direction. Masih kurang, yang terbaru ada James Blunt dengan Heart to Heart-nya yang menyertakan lirik You and I didalamnya.
Dari beberapa contoh lagu tersebut, saya masih ‘keras kepala’ pada jawaban tutor saya tersebut. Tidak mungkin ‘You and I’ tidak dikenal dalam bahasa Inggris! Sebagaimana jawaban telak tutor tersebut. Terlebih banyak mereka yang native speaker saja menuliskan kata tersebut dalam lirik lagu gubahan mereka!
Maka tibalah bulan Mei 2015, dimana saya mendapat jawaban yang melegakan. Kali ini jawabannya datang dari seorang tutor (orang berbeda, kita sebut saja tutor kedua).
Dengan pertanyaan yang sama, saya tanyakan pada tutor kedua. Jawaban tutor kedua ini begitu menuntun. Saya dijelaskan bahwa bahasa Inggris mengenal keduanya (‘You and Me’ dan ‘You and I’), namun dalam aturan formal lebih banyak digunakan ‘You and Me’. Berbeda dengan ‘You and I’. Ia lebih banyak digunakan dalam seni sastra.
Beliau menandaskan, betapa sesi sastra akan mati jika terlalu mengikuti aturan berbahasa secara formal. Nilai seninya akan hilang.
Betapa jawaban tutor kedua saya begitu membikin adem. Terus terang saya puas dengan jawaban itu. Akan tetapi cara menjawabnya tidak menyalahkan secara frontal, dan tidak membikin penanya malu di depan umum!
Ah… Betapa memang interaksi keilmuan tidak dapat melihat siapa yang senior dan junior. Ia adalah bagian dari kerendahan hati untuk selalu mencari ilmu dan pemahaman diri.
Saya tidak pernah marah pada tutor pertama saya. Karena memang penggunaan ‘You and I’ dalam bahasa Inggris formal ia bisa jadi salah. Tapi (secara keras kepala bertanya) apakah saya salah atas ketidaktahuan saya? Saya kan sedang mencari tau lewat beliau. Tapi rupa-rupanya saya saja yang kurang bisa menerima cara beliau menjawab kala itu. Toh, pendapat kedua tutor sama. 🙂 Bisa saja, saat ini beliau sudah berdiskusi dengan tutor kedua saya. 🙂 [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s