Maaf, Kembaliannya Boleh Disumbangkan? Nggak, Kembalian Saja!

Jawaban “Kembalian saja” akhir-akhir ini selalu saya katakan (dan akan selalu) pada kasir di minimarket dengan modus serupa, walaupun seringnya si kasir cemberut. Modus meningkatkan keuntungan dengan berdalih sumbangan. Beberapa penulis artikel dengan ide serupa telah mendahului saya. Salah satunya dengan alasan bahwa “uang sumbangan” itu akan diberikan pada beberapa lembaga agama yang berbeda. Tapi saya melihatnya dari segi yang berbeda. Saya melihatnya dari segi CSR (Corporate Social Responsibility).
Tulisan saya ini akan mengandung sedikit (atau bahkan tidak ada sama sekali) referensi dan rujukan. Jadi harap jangan percaya sama sekali dengan tulisan ini. Silakan riset lebih mendalam! 🙂
Baik, kita kembali lagi pada urusan kembalian recehan yang selalu diminta oleh beberapa minimarket. Uang sumbangan recehan ini mengganggu saya. Pertama, sebenarnya harga barang yang ada di minimarket tidak kalah mahal dibandingkan kelontongan kecil di sekitar kita. Malahan sebenarnya toko-toko kecil menyediakan harga yang jauh lebih murah! Buktikan sendiri! Dari sini, tentu dapat kita bandingkan keuntungan yang didapat. Meski, tentu saja, kita akui mereka pintar dengan menciptakan toko yang adem, ber-AC, sehingga membuat kita nyaman untuk ngadem di tengah cuaca panas akibat El-Nino seperti hari-hari ini. 🙂
Kedua, yang agak mengganggu saya adalah uang sumbangan itu disumbangkan atas nama minimarket tersebut. Maka saudara-saudara, tidakkah mereka memakai uang “sumbangan” itu dengan bungkus CSR!
Sepaham saya yang orang awam ini, CSR kan seharusnya bersumber dari keuntungan sebuah institusi bisnis, dan bukan dari sumbangan kemudian diberi nama “kepedulian perusahaan” (baca: CSR) (?) mari kita pelajari lebih jauh soal ini. Dan beri masukan via komentar di bawah tulisan ini. 🙂
Mungkin pembaca sekalian akan bilang saya pelit dan sebagainya. Terserah. Saya sendiri sudah memperhatikan beberapa komentar “bully” yang diberikan pada netizen yang mengungkapkan ide serupa dengan saya. Ada yang bilang “pelit” lah, “nggak ikhlas” lah. Dan lain sebagainya.
Baik. Mengenai pendapat yang berbeda dengan pendapat saya, monggo. Silakan. Saya tidak akan menyerang balik. Ini adalah ide saya. Dan orang yang berbeda tidak akan saya serang balik. Tidakkah adil dan “demokratis jika kita saling menghormati pendapat.
Oiya, mengenai yang suka komentar “bully” ikhlas atas “uang recehan sumbangan” itu, sini sini… Inbox ke email saya (cak.afif@gmail.com). Akan saya beri alamat Panti Asuhan di sekitar rumah saya. Insyaallah “Keikhlasan” anda akan kami salurkan dengan amanah. Tertarik? 🙂 [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s