Suara Kiai dan Bajingan

Bercakap dengan seorang politikus, mengantarkan saya mengamati perkataannya tentang politik. Ada satu kutipan menarik darinya. Bahwa dalam politik, derajat suara Kiai dan Bajingan adalah sama, sama-sama bernilai satu.
Lantas saya mikir, bener juga. Coba bayangkan, baik seorang Kiai maupun seorang penjahat, ketika sudah masuk dalam bilik suara, hasil coblosan mereka akan bernilai satu! Hahaha… 😀
Tidak berarti yang masuk bilik suara adalah seorang presiden lantas surat suaranya dihitung lebih dari satu. Ya ya, bener juga… 😀
Padahal, menurut Ustadz Sanusi, derajatnya orang di hadapan Allah SWT itu ditentukan kadar keimanannya. Sedangkan kadar derajat seseorang menurut Pak Imam, adalah siapa yang sholat berjamaah mendapatkan dua puluh tujuh derajat, sedangkan yang sholat sendirian hanya mendapat satu derajat.
Karenanya, dalam politik, sebab sama-sama bernilai satu, suara tiap orang diperhitungkan. Tak memandang jabatan orang itu. Oleh karenanya, gunakan suaramu. Jika kamu berbeda dengan pendapat Kiai-mu, maka kamu tetap cuma punya satu suara. Bukan berarti kalo kamu milihnya sama dengan Pak Imam, lantas suaramu dihitung 27 suara! 😀 [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s