Tak Ada yang Baru dalam Khilafiyah

Sebenarnya saya bukan dalam kapasitasnya untuk berbicara soal khilafiyah, perbedaan dalam hal praktik ibadah dalam Islam. Namun semakin kemari, rasa-rasanya antusiasme dalam belajar agama, menjadikan beberapa kita selalu mengulang-ulang bahkan bertengkar dalam media sosial. Capek membacanya. Atau jangan-jangan kita kurang membaca?
Telah dijelaskan dalam pelajaran tentang Aswaja di kelas Madrasah Ibtidaiyah saya, bahwa dalam hal praktik ibadah, umat Islam memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Yang seorang percaya bahwa doa akan sampai, dengan atau tanpa perantara. Sedangkan yang lain percaya, adanya perantara, akan menjadikan suatu doa menjadi lebih dikabulkan oleh Gusti Pengeran.
Ada juga yang percaya bahwa segala hal yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad, adalah Bid’ah. Menyimpang dari Nabi. Sehingga para penolak bid’ah tidak akan bisa membaca tulisan saya ini, karena saya unggah di Blog. (Karena di jaman Nabi tidak ada Internet! 😀 ).
Perdebatan ini sudah lama. Apa yang baru? Halo??? Ayolah…. -_-
Marilah kita kembali buka buku kita masing-masing. Duduk, belajar. Dan menyadari, bahwa sejak jaman dulu, Nabi Muhammad udah meramalkan bahwa umatnya akan berbeda-beda. Ayo, kita belajar lagi. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s