Menjalani Tes IELTS

Hasil IELTS Afif Dua jenis tes yang akrab di telinga para pemburu beasiswa adalah TOEFL dan IELTS. Utamanya yang hendak kuliah tingkat pascasarjana, baik di dalam maupun di luar negeri. Tulisan saya ini sekedar berbagi cerita pengalaman setelah mengikuti IELTS yang baru sekali. 😀
Ceritanya begini. Adalah saya ingin sekali mengikuti tes IELTS untuk kebutuhan melamar sebuah beasiswa, StuNed Short Course Scholarship. Beasiswa ini sudah tidak menerima skor TOEFL berbasis kertas, atau yang akrab disebut dengan TOEFL ITP. Ampun… Padahal selama setahun terakhir, saya getol sekali mengikuti tes jenis ini. Apalagi saya juga dalam dua bulan terakhir sebelum melamar ke StuNed Short Course, saya juga tengah mengikuti TOEFL Preparation di Pusat Bahasa ITS Surabaya. Singkat kata akhirnya saya tekadkan untuk ikut IELTS, karena memang persyaratan yang diminta demikian.
Saya mendaftar di IALF Surabaya, di jalan Sumatera, kalau saya tidak salah ingat. 🙂
Entah bagaimana, ongkos pendaftaran tes IELTS yang tergolong mahal bingits itu, akhirnya saya labrak juga (mendekati 3 juta). Berbekal isi celengan Babi yang baru saja dipecah (lebay 😀 ), akhirnya saya mendaftar juga untu tes. Tiga minggu sebelum tes!
Gila! Selama dua bua terakhir saya kursusnya kursus TOEFL ITP, tapi malah nekad ikut IELTS. Bonek… *bondho nekad. 😦 😀
Benar-benar bonek. Jangan ditiru.
Praktis, karena sama sekali saya tidak pernah bersentuhan dengan materi IELTS, akhirnya saya membeli buku IELTS-nya Barron’s. Murni saya hanya belajar itu. Itupun kurang maksimal. Sekali lagi, persiapan jauh-jauh hari akan lebih baik. Pertimbangkan belajar mandiri, kursus kalau memang dana dan waktu memungkinkan. Kalau saya sih lebih memilih belajar mandiri.
Bukan karena waktunya nggak ada, melainkan dana untuk kursus yang tidak punya. 😀
Singkat cerita, tanggal 29 Agustus 2015 akhirnya tiba. Saya berangkat pagi-pagi betul dari rumah di Bungah, Gresik, menuju markasnya IALF di Jalan Sumatera.
Saya singkat lagi. Ternyata banyak juga yang ikut tes hari itu. Beberapa membawa buku keramat mereka untuk belajar. Tapi saya? Huff… Tak bawa buku lah… Saking saya benar-benar menghindari agar tidak panik, saya usahakan relaks semenjak sehari sebelum tes. Saya mengikuti beberapa tips dari blog dan buku.
Mengenai tesnya, di bagian Listening cukup sederhana. Kita hanya perlu menangkap kata yang diucapkan oleh pembicara di rekaman. Sedikit berbeda dengan TOEFL yang mengharuskan kita meraba makna percakapan.
Di bagian reading, jujur, saya benar-benar kurang persiapan. saya rasakan lemah betul pada bagian ini. Termasuk juga untuk bagian Writing.
Saya mengikuti IELTS jenis Academic. Perlu diingat, ada dua jenis IELTS, Academic dan General Training. Pastikan, jangan sampai salah pilih jenis tes.
Barangkali saya sedikit terbantu dengan kebiasaan membaca paper dalam bahasa Inggris beberapa waktu ini. Walaupun, sekali lagi karena persiapan kuran, saya masih tidak yakin dengan sesi writing saya. Oiya, dalam sesi writing, kita diminta untuk menjelaskan dalam minimal 250 kata untuk sebuah diagram (yang saya ikuti jenis Academic). Semuanya kita tulis tangan! So, jangan lupa bawa pensil yang cukup banyak, juga peraut dan penghapus. Sedangkan kertas, kita sudah disediakan. Dan apabila kurang, kita boleh meminta kepada pengawas atau invigilator.
Sesi keempat dari IELTS adalah speaking. Bagian ini menakutkan bagi sebagian orang. Tak terkecuali saya. Hemm… Sekali lagi persiapan adalah kunci utama.
Saya agak kesulitan menangkap aksen si pewawancara yang seorang native speaker. Saya rasakan nih orang kayak ngomong sambil ada permen di mulutnya.
Melewati tes sepanjang hari itu, saya pasrahkan hasilnya. Mengingat bahwa saya tidak ada persiapan yang baik.
Namun, alhamdulillah, saat hasil tes keluar, skor saya adalah 6.5. Tidak terlalu tinggi menurut saya, tapi mencukupi syarat StuNed yang meminta 5.5.
Di lain waktu, saya harus mempersiapkan diri lebih lama!
*NB: maaf, ceritanya kurang detil. Next time saya rincikan detil tes IELTS. 🙂

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s