Cincin Merah di Barat Sonne: Mana Cincin Merahnya???

12204866_10207130809862835_1943432405_n

Sampul Buku Cincin Merah di Barat Sonne. Abaikan Hapenya ๐Ÿ˜€

Artikel saya kali ini adalah seputar buku setebal 288 halaman karya tulis I Made Andi Arsana. Pakar Geodesi dari UGM ini mengisahkan secara lengkap perjalanannya selama sebulan di atas geladak kapal Sonne (bahasa Jerman: Sang Matahari), mengikuti program University of the Sea.
Baik perjalanan, maupun buku yang saya bahas ini sebenarnya sudah agak lama. Baik pelaksanaan University of the Sea, maupun buku ini diterbitkan pada tahun 2009. Buku ini mengisahkan sejak semula perjalanan Andi menapaki geladak kapal Sonne saat diterima dalam seleksi program tersebut. Sebuah program yang berhasil mengumpulkan berbagai mahasiswa dari jenis bidang ilmu yang berbeda.
Walaupun konsentrasi ilmu dari Bli Andi adalah hukum laut, namun dalam praktiknya ia adalah โ€˜makhluk daratโ€™ sepenuhnya. Dari empat minggu perjalanan mengarungi Samudera Hindia, dua minggu pertama ia lewatkan dengan mabuk laut. Menjadikannya dinobatkan menjadi makhluk terakhir yang paling lama mabuk laut di atas geladak kapal Sonne.
Berturut kemudian, Andi menjelaskan karakter dan pola kerja rekan-rekan mahasiswa lainnya selama menjalani program yang dilakukan dengan join bareng Geoscience Australia itu. Program yang nampak bagi Andi semacam kerja magang, ataupun Kuliah Kerja Nyata (baca: KKN). Tentu saja, untuk mengurangi rasa tidak enaknya, Andi menyamarkan nama-nama rekannya itu dengan nama lain, sebut saja Bunga. ๐Ÿ˜€
Penjelasan yang sederhana, menjadikan saya sendiri sabar dan antusias mengikuti tiap bab yang diramu dalam bahasan teknis kelautan. Menarik. Mengingat banyak sekali teknis kelimuan yang selama ini susah saya dapatkan praktiknya, mendapatkan penjelasan dari buku ini, salah satunya adalah tentang pembacaan peta dan penentuan lintang dan bujur suatu wilayah.
Demikian juga Andi. Berlatar belakang ilmu laut, ia menyaksikan bagaimana orang sekelilingnya selama di Sonne adalah orang yang haus betul akan ilmu. Rasa penasaran yang tinggi rupanya adalah pendorong bagi pencarian ilmu yang sebenarnya, demikian ungkap Andi.
Menjelang kepulangannya, ketegangan Andi akibat mual-mual belum juga habis, ternyata Kapal Sonne mengalami karam. Sebuah ketegangan dimana seluruh ilmuwan yang memang empunya geladak kapal menjadi orang yang tidak siap dengan kondisi karamnya kapal. Lantas bagaimana Kapal Sonne dan penumpangnya bisa selamat? Kisah ini yang harus anda baca sendiri di Buku terbitan Lingkar Pena Publishing House ini. ๐Ÿ™‚
Berjudul Cincin Merah di Barat Sonne, menjadikan saya untuk senantiasa mencari kisah tentang Cincin itu. Andai ada satu pertanyaan untuk Bli Andi, saya akan bertanya, Mana CIncin Merahnya??? Nggak ada tuh cerita tentang cincin merah. ๐Ÿ˜ฆ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s