Bau Hujan

12273063_10207239358016471_843245195_n

Bisa bayangkan, bagaimana segarnya setelah diguyur hujan? πŸ™‚

Tak ada yang lebih saya sukai dari sekian hal tentang hujan selain baunya, bau hujan. Ya, baunya. Emang hujan ada baunya, ya? Bau pesing, bau harum, bau amis… πŸ˜€
Tentu tidak demikian. Bayangkan dan rasakan, saat jalanan ditempa terik beberapa waktu, panas, berdebu, kemudian diguyur hujan. Rasa segar, bau hangus akan begitu menyeruak saat jalanan yang panas langsung disiram air. Itulah maksud saya. Dan saya begitu menyukainya. ****LEBAY… πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€
Sangat saya suka.
Lantas, apa yang tidak disuka dari hujan?
Yang tidak saya suka saat hujan adalah, saat saya pulang dari kampus ITS Sukolilo, Surabaya, udah makek jas hujan kelelawar, eh… Pas nyampek jalan Gubeng di situ nggak ada hujan. Tengok kanan-kiri nggak ada yang makek jas selain saya. Udah gitu ternyata cuaca di seputaran Jalan Gubeng ternyata panas! Ugh, malu nggak tuh? Ah, nggak! Kan mereka nggak bisa lihat saya. πŸ˜€
But, overall, hujan kan rahmat Gusti Pengeran. Jadi selalu disyukuri saja. πŸ™‚ [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s