Hadiah Sederhana yang Istimewa

Sopo sing juara, mene tak ajak nang ngGresik (Bahasa Jawa logat Gresik-Surabaya: siapa yang juara, besok saya ajak ke Gresik).” kurang lebih demikian kalimat sepupu saya, yang diberikan pada kami adik-adik sepupunya.
Saya tidak tau, apakah benar karena dorongan kalimat sepupu saya yang terpaut jauh umurnya dengan saya itu ataukah ada faktor semangat yang lain, namun akhirnya saya pada caturwulan kedua mendapat juara kelas peringkat dua. Waktu itu saya masih kelas lima Madrasah Ibtidaiyah, dan masih menggunakan kurikulum sistem caturwulan.
Singkat kata kemudian sepupu saya itu memenuhi ucapannya. Diajaklah kami bertiga ke Gresik, kemudian ke Makam Sunan Giri.
Saya masih sangat mengingat hadiah jalan-jalan itu. Sebuah hadiah yang teringat hingga masa-masa kemudian. Betapa saya sangat berterima kasih pada sepupu saya tersayang itu. Sungguh bukan hadiah yang istimewa. Walau sebenarnya kemudian di tahun-tahun selanjutnya saya tau bahwa Gresik ‘hanyalah sejengkal’ perjalanan dari rumah, namun bagi seorang anak kelas lima Madrasah Ibtidaiyah, hal tersebut sangat membahagiakan. Sangat.
Saya tidak ingat detil yang lain, misalnya apakah waktu itu kami dibelikan kaos atau barang lainnya. Namun perjalanan itu saja buat saya pribadi sangat menyenangkan. Diluar kenyataan bahwa saya sejak kecil hingga menjelang usia dewasa sangat mudah mabuk saat naik kendaraan.
Hari-hari belakangan saya mau bertanya lagi kepada sepupu saya itu, apakah ia pengen ngajak saya jalan-jalan lagi. 😀 [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s