Surga yang Tak Dirindukan: A Very Simple Deep Story

Kisah tentang poligami masih menjadi perdebatan hingga kini. Bagi yang pro, ia mengajukan dalil bahwa agama sudah menuntun demikian. Ia juga bukanlah domain syariat Islam. Banyak kaum terdahulu yang juga melakukannya. Bagi kaum yang kontra, poligami tidak lebih dari pelecehan terhadap perempuan. Bagi beberapa pihak, poligami sendiri tidaklah mencerminkan kesetaraan gender.
Mengambil sudut pandang yang pro, sambil saya menerjemahkan penalaran yang dijelaskan oleh Quraish Shihab untuk diri saya sendiri, apa sebenarnya yang kita cari dari kesetaraan-kesetaraan gender yang banyak didengungkan? Tidakkah kaum wanita juga membutuhkan pernikahan? Lantas, jika sudah memiliki kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, bagaimanakah beban kebutuhan pribadi yang harus ditanggung oleh sekian banyak perempuan? Sekali lagi menilik dari statistika yang diajukan oleh yang pro, bahwa jumlah perempuan jauh lebih banyak daripada laki-laki.
Kisah tentang poligami ini juga yang diangkat dalam film Surga yang Tak Dirindukan. Sebuah film kesekian yang diangkat dari novel karya Asma Nadia. Sebuah kisah sederhana tentang kehidupan rumah tangga Prasetya dan Arini, yang bergulat dengan konflik saat Meirose masuk di dalamnya.
Sebuah kisah sederhana. Tentang pergulatan yang tidak tuntas, atau tidak dituntaskan dalam film ini. Misalnya saja di bagian akhir film ini. Dimana Meirose memutuskan untuk pergi dari kehidupan Prasetya dan Arini. Lantas apa yang dilakukan Meirose? Dalam status apa Meirose pergi? Masih istri Prasetya ataukah sudah dalam status janda? Tak jelas rimbanya. Namun ini adalah sebuah film, yang menyisakan pertanyaan dan bahan renungan bagi setiap kita, untuk merenungkan baik-baik sebelum bersikap tentang poligami. Surga yang Tak Dirindukan, sebuah kisah sederhana dengan cerita mendalam di dalamnya. [Afif E.]

Link ke film (http://www.mdpictures.co/film/surga-yang-tak-dirindukan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s