Ironi Kopi Darat

sumber gambar: bundamahes.wordpress.com

Untuk kesekian kalinya gadget saya bergetar, rupanya bersumber dari berderet percakapan di grup medsos teman satu sekolah. Isi percakapan standar:

Teman A: “Eh, kita kopi darat, yuk…” (yang dimaksud adalah reuni, agak berbeda dengan arti istilah kopi darat semula)
Teman B: “okeh, sip, boleh. Kapan?”
Teman C: “kapan dulu, nih? Aku minggu depan luar kota…”
Teman A: “lusa… Di warung kopi biasanya..”
Teman B: “bungkus… Senggol Teman X, Teman Y, Teman Z..”
Teman C: “boleh. See ya…”

Tak lama saya matikan layar hape. Saya tidak tertarik lagi. Loh, kenapa? Nggak ingin ketemuan sama teman lama? Tidak ingin membuka luka dan kenangan lama? Hahahaha, it is more than that. Persoalannya lebih dari itu.
Di tahun 2009 saat saya mengikuti rapat-rapat persiapan keberangkatan ke lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), saat media sosial belum semudah genggaman tangan, saya kurang suka saat dalam rapat terdapat seseorang menyalakan Laptop yang tak lama kemudian membuka laman medsos. Terang-terangan saya katakan ketidaksukaan saya. Tentu anda mafhum, laptop yang digunakan untuk slide pembahasan rapat tidak masuk dalam ketidaksukaan saya. Rapat-rapat kala itu untuk membicarakan kehidupan kami di lokasi KKN! Tidak ada urgensi atau mendesak sifatnya mencari referensi dari internet! Apa yang kami butuhkan adalah BICARA, maka laptop yang digunakan untuk “main-main” baiknya dimatikan saja. Lalu adakah persamaan antara rapat dengan kopi darat?
Ada. Antara rapat dan kopi darat (baca: reuni) adalah waktu untuk berkumpul dan berbicara. Media sosial membantu kita tetap bertegur sapa meski tidak bisa lagi sering bertatap muka langsung. Maka saat memutuskan untuk kopi darat atau ketemu dengan teman lama, adalah sangat berharga untuk kita teman lama saling bicara. Namun sayangnya tidak demikian yang saya dapati selama ini.
Nyatanya saat kita kopi darat, kita sedikit bicara namun tak lama kemudian akan tenggelam dalam hape dan medsos masing-masing. Ah, bagi saya yang beginian sudah tidak asyik lagi. We already met, friends! We are not in long distance at the moment. Kadang ingin saya katakan bahwa saya ada di hadapan kalian, tak perlu lagi menyapa grup dan media sosial kita. Atau jangan-jangan hubungan pertemanan kita semua hanya sebatas PERMUKAAN saja. Entahlah. Namun yang jelas, saya sudah ogah kalau diajak kopi darat namun dengan hape menyala. Gak asyik dan sangat ironis. Paksakan diri untuk menutup hape kita semua, baru kita kopi darat. Oiya, kopi saya jangan dikasih racun Sianida, ya. 😀 [Afif E.]

jalantikus.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s