Di Antara Perbedaan Waktu

Saat mendapatkan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Masuklah pada bab pembahasan mengenai pembagian waktu di Indonesia menjadi tiga wilayah. Tiga wilayah tersebut adalah Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT). Tau, apa yang saya pikirkan saat guru menjelaskan itu? Saya tidak mudeng! Tidak paham sama sekali.
Bukan, bukan karena guru saya tidak bisa memahamkan saya. Yang tidak bisa saya pahami, waktu itu, kok bisa ya negaranya cuma satu tapi kok punya tiga waktu berbeda?! Ah, mana mungkin!
Bertahun kemudian, barulah saya mendapatkan “praktikum” tentang perbedaan waktu ini.
Mungkin memang iya, sejalan dengan pemahaman dengan bentuk bumi yang bulat, maka sudah sewajarnya bumi memiliki perbedaan waktu ditiap titik berbeda. Tapi, kan, beda antara tau dari buku dengan mengalaminya sendiri. *ugh, kok dalem begini, ya. 😀
Misalnya saja saat di Singaraja tahun 2014 lalu. Memang betul kala itu bukan pertama kalinya saya ke Bali. Namun, saya rasakan beda antara ke Bali hanya dalam rangka tour yang sepintas lalu, dengan ke Bali menginap semingguan di rumah warganya. Jauh. Barangkali dikarenakan kalau sekedar tour, kita tidak bisa melihat mbok-mbok Bali dalam pakaian adat yang memikat hati itu di pagi hari (baca tulisan saya tentang Mbok-nya orang Bali). Uh… Geulis pisan euy…
Kita kesampingkan sejenak para mbok-mbok Bali. Yang bikin saya agak kaget adalah jam 6 pagi di Singaraja masih sangat gelap. Jika SIngaraja masuk dalam WITA, itu berarti sepadan dengan Gresik jam 5 pagi. Dan dalam langit gelap seperti itu, anak-anak sekolah sudah berangkat! Jam 6 pagi yang masih gelap. Bandingkan dengan anak-anak di Gresik yang mungkin masih molor di kasurnya.
Saya ternyata bukan sendirian karena kaget beda waktu. Pak Komang yang asli Bali mengatakan pada saya bahwa ia sendiri merasa sangat telat jika berangkat ke kampus ITS Surabaya dari kosan di seputar kampus, pada pukul 7 pagi.
Itu masih beda satu jam antara WIB dan WITA. Kejadian yang kurang lebih sama juga saya alami saat di Ambon yang masuk WIT (Waktu Indonesia Timur). ….. Bersambung [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s