Masih Suka dengan Es Puter

es puter epen

Cukup lama tidak saya sadari tatapan dua orang ibu pada saya. Belau berdua mengantarkan anaknya mengaji di TPQ. Sesekali mereka cekikikan. Apa yang beliau berdua tertawakan dari diri saya waktu itu?
Ternyata Es Krim jenis stick yang saya makan. Benar-benar saya lahap sampai belepotan. Sejenak saya membayangkan, muncul sebentuk comment seperti dalam komik dari mulut ibu-ibu itu, yang berbunyi: “Kowe itu mas, sudah waktunya membelikan Es Krim buat anak-anak, tapi masih doyan makan Es Krim dan belepotan kayak anak-anak.” disambung cekikikan.
Ah, tapi saya tidak hirau waktu itu. Malah Es Krim kedua langsung saya lahap begitu stick yang pertama sudah habis. Betapa saya menikmati es krim.
Meski begitu nikmatnya berbagai jenis es krim yang berbungkus dan bermacam rasa itu, tetap saya tidak bisa meninggalkan Es Puter dalam list es krim yang perlu untuk dimakan. (apalagi kalau gratisan. 😀 )
Es krim (baca: Es Puter) yang tidak memiliki embel-embel hadiah play station di sendoknya. Es krim yang tidak perlu bermacam merek. Es krim yang harganya masih masuk akal, sementara saudara sepupunya yang pabrikan itu berharga selangit, meski dalam takaran isi yang sama.
Es krim yang diberi nama Es Puter karena cara pembuatannya yang diputar, memanfaatkan reaksi kimiawi.
Es krim yang berasa gurih dan manis, tak ada serupanya dengan sepupunya yang bermerek dan berhadiah undian itu. Ah, betapa saya masih suka dengan es puter. [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s