Athirah, Jusuf Kalla, dan Pergulatan Batin Keluarga Poligami

Athirah, karya Alberthiene Endah sumber gambar Goodreads

Jusuf Kalla tak paham betul ucapan Emma-nya (baca: Emak) tentang perubahan sikap Haji Kalla, bapak dari Jusuf Kalla. Tiba-tiba suka bersisir dan dandan klemis. Jusuf Kalla yang masih remaja tanggung itu akhirnya mendapatkan penjelasan dari Nurani, kakak perempuannya: Bapaknya kawin lagi!
Sungguhpun keluarga Kalla di Makassar di tahun 1950-an masih utuh, namun pergulatan batin anak-anak yang mengalami bapaknya poligami menjadi sangat pahit. Pagi hari saat sarapan bapaknya akan bersama Jusuf Kalla dan saudara kandungnya. Saat maghrib pun demikian. Namun malam-malam panjang adalah kepunyaan istri kedua. Lantas bagaimana dengan kejiwaan Jusuf Kalla saat itu?
Athirah Kalla, istri pertama dari Haji Kalla sudah serapi mungkin membungkus perasaannya sebagai istri yang dimadu. Justru dari situ Jusuf Kalla bisa menangkap betul pergulatan batin Emma-nya. Saat wanita Bone itu mendapati surat cacian sebagai wanita pengganggu rumah tangga orang. Sungguh aneh, harusnya dirinyalah yang merasa rumah tangganya dirusak, namun malah dituding sebagai wanita perusak rumah tangga.
Apakah Jusuf Kalla tidak membela? Atau sekedar bertanya pada bapaknya, mengapa harus ada istri kedua? Hingga beberapa waktu Jusuf Kalla tak sanggup mengatakan itu pada lelaki yang ia hormati itu, Bapaknya, Haji Kalla.
Potongan kisah ini adalah sebagian dari tulisan Alberthiene Endah dalam bukunya, Athirah. Sebuah kisah yang berangkat dari kisah nyata Jusuf Kalla.
Alberthiene piawai dalam menggambarkan pergulatan seorang anak yang mengalami bapaknya memadu ibunya. Meski sejatinya yang sangat sakit adalah Athirah, ibu dari Jusud Kalla, namun kejiwaan anak akan tetap terpengaruh. Mulai dari perasaan kehilangan sosok dalam rumah. Hilangnya perasaan memiliki keluarga yang utuh. Hingga kecamuk seorang remaja tanggung atas nasib poligami yang terjadi. Lalu bagaimana perjuangan Hajah Athirah Kalla dan Jusuf Kalla menghadapi hari-hari dalam kehidupan poligami?
Buku ini akan memberikan jawabannya. Tentang pemahaman dan pengarungan pada kejiwaan seorang anak dan keluarga yang kepala keluarganya melakukan poligami. Ternyata poligami tak sekedar kawin lagi. It’s a must to read! [Afif E.]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s