Mandi Jinabat Bersama

Perasaan lega membuncah di dada saya sepulangnya ke hostel. Apa yang saya cari? WC! ๐Ÿ˜€
Pertama kali masuk area toilet, suasana begitu sepi. Baik tiga kubikel WC maupun tiga kubikel shower kosong melompong (baca: Kubikel = sekat-sekat). Maka jadilah saya menikmati syahdunya berada di kubikel WC saya sendiri. *Kenapa posting ini malah jadi jorok begini ya! ๐Ÿ˜€
Keasyikan saya tiba-tiba terusik. Saat was wus bunyi lelaki dan perempuan bule bercakap di luar kubikel WC saya berada. Ah, bisa jadi sudah full ruang toilet. Sehingga mereka berdua pun ngantri di luar. Terlebih memang di tengah saya berada di WC, sudah mulai berbunyi shower, yang artinya kubikel shower sudah ada yang menempati.
Antara sudah tuntas dengan urusan saya, dan juga berpikir pengertian memberikan ruang bagi dua bule yang ngantri di luar kubikel, saya sudahi aktivitas saya di kubikel. Biar mereka bisa gantian memakai kubikel yang barusan saya pakai.
Tapi saya malah melongo saat pintu seret kubikel saya buka. Tak ada siapapun di luar kubikel. Saya garuk-garuk kepala sendiri.
Tapi kok masih ada orang yang bercakap-cakap? Loh, cuma ada satu kubikel shower yang pintu seretnya tertutup! Sementara kubikel yang lain melompong.
Saya perhatikan dan dengarkan betul-betul percakapan yang masih belum berakhir sampai saya di wastafel, masih di ruang toilet yang sama. Sumber suara percakapan lelaki dan perempuan itu dari satu-satunya kubikel shower yang pintuya tertutup itu! Hee??? Jadi shower yang nyala disamping kubikel tempat saya eek tadi pasangan bule itu mandi bareng! Wakwaw…
Tak lama bunyi shower semakin deras. Tapi tidak ada percakapan. Lalu ada bunyi-bunyian. Apa yang kalian lakukan dalam kubikel itu wahai saudara-saudari??? Hemmm…
Eh, tapi mungkin mereka pasangan suami-istri yang lagi mandi jinabat bersama. Mandi yang dilakukan oleh muslim jika memiliki hadats besar, salah satunya sehabis hubungan suami istri. Kan perlu tuh transfer ilmu di antara suami istri.
Emangnya kamu tahu kalo mereka suami istri? Emangnya kamu tau mereka muslim apa, nggak? Eh, nggak tahu juga ding! Sok tahu. Haha ๐Ÿ˜€
Lalu, apa yang mereka berdua lakukan??? Oh, tidak! Benar kata orang, pikiran bujang memang berefek ngeres begini!
Maka saya pun kembali ke kamar saya. Meninggalkan suara shower yang membasahi mereka berdua. Sedang apa mereka? #PLakkk!!!! *nampar keras [Afif E.]

Iklan

One thought on “Mandi Jinabat Bersama

  1. […] Mendapati pasangan mendesah di satu kamar mandi di Singapura saja pikiran saya sudah kalang kabut (baca tulisan saya sebelumnya). Lantas, trik apa yang dilakukan Ade Irma untuk menjaga diri dari intaian seorang lelaki bugil di […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s