Sikap Backpacker yang Kurang Baik

loket MRT

Mesin tiket MRT di Terminal 2 Changi. Tempat saya mengacuhkan orang. 😦 😦 😦

Bandara Changi, April 2016. Pesawat “Macan” yang saya tumpangi mengantarkan sampai di Terminal 2. Pikir saya akan sangat mudah untuk menuju pusat kota Singapura, karena informasi dari berbagai blog yang saya baca, stasiun MRT ada di Terminal 2. #Singapura… Saya datang….!!!! *NORAK! 😀
Masalah muncul. Cara beli tiketnya bagaimana? Saya lihat tidak ada banyak calo yang menjajakan tiket. #PLakKk! (baca tulisan saya tentang calo).
Maka saya mulai mengawasi orang yang beli tiket di mesin tiket. Adalah bapak-bapak India dengan gengnya yang saya awasi cara menggunakan mesin tiket.
“Kamu mau beli tiket juga?” tutur salah seorang bapak pada saya.
Karena hanya sedikit paham, bapak-bapak India yang ternyata bisa bahasa Jawa itu akhirnya menawari untuk membantu. Malah kami diberi tambahan 80 sen! Yayyy! Asyik dong, sudah dibantu menunjukkan cara pembelian tiketnya, diberi uang tambahan pula. *dasar backpacker cari gratisan. Hehehe
Okay. Akhirnya tiket terbeli. Usai ngobrol sedikit dan berterima kasih pada bapak-bapak India tadi, kami saling berpamitan. (tapi nggak pakek cipika-cipiki… 😀 ).
Masih di depan mesin tiket, saya kemasi tas ransel yang sempat amburadul saat mengeluarkan uang.
Di saat itu seseorang menyapa, “dari Indonesia?”
“Oh, iya, mas. Dari Indonesia juga?”
“Iya, dari Bandung,” dan tanpa ba bi bu lagi mas-mas dari Bandung itu menawarkan bantuan.
“Oh, udah beres kok mas.” kalimat pamungkas yang saya sesalkan dalam beberapa menit kemudian.
Yang membuat saya menyesal adalah saat sadar “salah” membeli tiket. Saya dari Surabaya kan sudah membawa kartu EZLink. Kenapa harus beli tiket sekali pakai! Aduh!
Harusnya Kartu EZLink itu yang diisi! Tapi dimana? Apa lewat mesin yang sama? Aaarghhh… Mana mas-mas dari Bandung tadi???!! Huff…
Yah, begini ini backpacker amatiran. Ditawari bantuan oleh sesama orang Indonesia malah diacuhkan. Tidak sempat berkenalan pula! Aduh! Sungguh sikap backpacker yang kurang baik. Punten ya kang… *sambil nada orang Sunda. 😦 [Afif E.]

Iklan

2 thoughts on “Sikap Backpacker yang Kurang Baik

  1. Kusuma berkata:

    bisa jadi pngalaman, ambil hikmahnya dan belajar dari yang sudah belalu. lain kali ahrus teliti ketika beada di negeri tetangga baik dari tiket, tempat, dsb, dan tentu saja komunikasi adalah penting

  2. Muhammad Afif Effendi berkata:

    iya gan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s