Belajar di Rusia: Antara I’tikad, Semangat, dan Godaan Syahwat

Jpeg

“Merangkul Beruang Merah” karya Ade Irma Elvira

Buku yang kali ini saya bahas adalah buku berjudul Merangkul Beruang Merah. karya Ade Irma Elvira. Gadis berjlbab ini mengisahkan pengalamannya dengan gaya novel serupa dengan seri buku “Negeri 5 Menara” milik Ahmad Fuadi, atau “Laskar Pelangi” milik Andrea Hirata, atau juga seri 99 Cahaya milik Hanum Salsabila.
Saya kurang bisa membedakan secara persis mana yang fiktif, mana yang nyata dari novel ini. Meski begitu, jika dibandingkan dengan seri-seri yang saya sebut di atas, maka novel karya gadis berubuh mungil ini bagi saya lebih ‘kasar’. Dalam artian, masih banyak Ade Irma meninggalkan jejak-jejak pribadinya. Seperti nama teman, nama kampus, hingga tak ketinggalan foto-foto pribadinya selama studi di Rusia.
Bahkan yang bikin saya terkejut adalah foto paman saya juga ikut nampang di halaman 184 dan 186 dalam novel setebal 304 halaman ini. Semula saya kira Ade Irma yang memulai kuliah di tahun 2012, tidak sempat bertemu dengan paman saya yang lulus di tahun 2012. Namun foto itu menjawab lain. Hehehe..
Menjadi catatan tersendiri bagi saya, bagaimana Ade Irma membuat gambaran tentang betapa sulitnya meminta izin orang tua, mencari tambahan biaya hidup karena beasiswa Pemerintah Rusia yang hanya (sangat) sedikit. Namun dengan i’tikad dan semangat yang kuat Ade Irma pada akhirnya mampu menyelesaikan studinya di negara beruang merah itu. Dan gambaran kesulitan itu adalah kalimat paling lugas dari kalimat penyemangat yang diberikan oleh para motivator: bahwa hidup harus seterong! (baca: Strong).
Bagian yang membikin saya bangun adalah saat Ade Irma menceritakan dirinya terjebak dalam asrama dengan teman sekamar yang sekenanya membawa pacar menginap. Bahkan bersetubuh dengan telanjang bulat di depan matanya. Tak kenal waktu, dan tak kenal lelah. Tiap hari, tanpa tirai, dan live ditonton oleh Ade Irma setiap saat dirinya tiba di kamar.
Ade Irma pun sempat mengalami godaan syahwat yang tidak dapat dihindari. Mengingat dirinya juga lajang. Saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana jika saya dalam posisi itu. Mendapati pasangan mendesah di satu kamar mandi di Singapura saja pikiran saya sudah kalang kabut (baca tulisan saya sebelumnya).
Lantas, trik apa yang dilakukan Ade Irma untuk menjaga diri dari intaian seorang lelaki bugil di depan matanya? Serta desahan panas teman sekamarnya saat bermain di ranjang? Jawabannya ada di buku terbitan Elex Media Komputindo ini. Bagus untuk dibaca! Dua jempol buat Ade Irma! [Afif E.]

Informasi tentang buku:
Judul: Merangkul Beruang Merah
Penulis: Ade Irma Elvira
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s