Saya Tidak Ingin Mengunci Diri Sendiri

Sumber: Surya.co.id (catatan: saya ragu apakah ini gambar pada saat saya mengalami kemacetan. Namun di area inilah saya mengalami kemacetan dalam cerita artikel ini)

Sumber: Surya.co.id (catatan: gambar sebagai ilustrasi. Namun di area inilah saya mengalami kemacetan dalam cerita artikel ini)

Salah satu kondisi macet ‘terburuk’ di Surabaya adalah saat Desember 2016 lalu. Saat satu truk mogok di tengah Jembatan Branjangan yang sempit itu. Entah mulai mogok jam berapa, namun bisa ditebak: dalam hitungan menit jalanan macet total.

Saat kendaraan dari arah Tambak Osowilangun ke Kalianak, “bertabrakan” dengan kendaraan yang juga tidak mau mengalah dari arah Kalianak ke arah Tambak Osowilangun. Sementara truk masih teronggok di atas jembatan. Tak bergerak, tak juga diperbaiki. Jalan sepanjang area Branjangan itu macet, sejak ketibaan saya di area itu sekitar pukul 16.30 WIB, dan saya baru bisa lepas dari kemacetan pada pukul 19.30 WIB. Hampir 3 jam! Dan pada saat itu pengendara truk dan sepeda motor, mungkin karena sudah saking lelahnya, semua sama mematikan mesin kendaraan. Tak ada yang mengalah, tak ada yang berjalan. Dan semua sama sunyi senyap. Barangkali itulah salah satu kemacetan paling senyap yang pernah saya alami.

Di tengah kemacetan yang saya alami itu, saya berpikir, bahwa kemacetan ini “kita” yang membikin sendiri, saat kita saling mengunci sesama pengedara lain. Dan stagnansi yang sedang saya alami, bisa jadi karena saya mengunci diri sendiri! Saya tidak ingin mengunci diri sendiri!

Bukankah rejeki saya bisa kuliah hingga tingkat magister, karena saya tidak mengunci diri sendiri! Saat itu Saya tidak berpikir menanti kondisi saya dan atau orang tua berpunya dulu baru agar saya kuliah lanjut. Dan Tuhan menggantinya lebih dari perkiraan saya.  Maka masihkah saya meragukan kuasa dari sang Maha Kuasa? Saya tidak ingin mengunci diri sendiri!

Tapi kita harus tahu diri. Sekali lagi, saya tidak ingin mengunci diri sendiri! [Afif E.]

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s