Ternyata Gayam itu Bukan Jengkol

Anda tau makanan Jengkol? Makanan terkenal buruknya oleh stigma sinetron-sinteron betawi yang men-cap nya sebagai makanan penyebab bau mulut. Semula saya berpikiran kalau jengkol adalah makanan yang sama dengan yang di kampung kami dengan sebutan gayam.

jengkol

Jengkol, sekilas kemiripan ini yang membuat saya mikir kalo Jengkol = Gayam. Ternyata bukan. 🙂

Namun pikiran saya berubah setelah kemarin sore (13/1/14) makan jenis sayuran tersebut di sebuah warung makan di Surabaya. Waktu itu saya tergoda untuk mencoba bagaimana rasa lempengan-lempengan biji jengkol tersebut. Pikir saya, pasti rasanya nggak jauh beda dengan gayam pada umumnya di kampung saya.

Setelah saya mencoba satu biji jengkol dan mengunyahnya, secepat itu pula saya segera menyimpulkan bahwa Jengkol tidak sama dengan Gayam yang saya kenal. Kenampakan bentuk memang mirip. Dari segi tekstur rasanya agak sama, tapi berbeda. Gayam yang saya ketahui ada sensasi tawarnya, sedangkan Jengkol ada sensasi yang mungkin itulah disebut-sebut sebagai penyebab bau mulut.

Gayam yang saya kenal. :)

Gayam yang saya kenal. 🙂

Dan setelah saya cari di Google dan Wikipedia, ternyata saya salah menganggap Gayam dan Jengkol itu sama. Keduanya adalah makhluk berbeda. Dalam ilmu biologi—kalo gak salah dalam binomial nomenclature—akan dapat diketahui seberapa dekat dua spesies.

Dalam halaman Wikipedia tertulis dengan jelas perbedaan keduanya, namun masih berkerabat dekat. Pertama dari segi kingdom, keduanya sama-sama tumbuhan (belum ada yang menyebut bahwa Jengkol itu hewan… 😀 ). Jengkol bernama ilmiah Archidendron pauciflorum (Benth.), sedangkan Gayam bernama Inocarpus fagifer. Tuh kan, dari situnya saja menunjukkan kalo keduanya adalah dua makhluk tuhan yang berbeda. Namun,… ada namunnya nih, keduanya dari ordo dan famili yang sama, yakni Ordo Fabales dan Famili Fabaceae.

Ow, jadi begitu ya…. [Afif E.]

Iklan