Gunung Pegat Lamongan: Riwayat Gunung yang Bercerai

Adalah sebuah gunung di Lamongan, Jawa Timur bernama Gunung Pegat. Secara bahasa, Gunung Pegat berarti gunung yang bercerai (Bahasa Jawa PEGAT = CERAI). Menarik perhatian. Bagaimana mungkin sebuah gunung bisa bercerai. Dalam bahasa teman saya diartikan dalam bahasa Inggris, menjadi Mount Divorce.
Sebelum cerai, mungkin namanya belum Gunung Pegat, tapi Gunung Menikah. Saya penasaran dengan prosesi akad nikahnya. Siapakah Pengulu dalam akad nikah itu? Siapakah gunung yang menjadi wali nikahnya? Jika memang wali nikahnya adalah gunung di Jawa Timur, apakah gunung Kelud, gunung Arjuno, ataukah gunung Semeru? Ah, makin penasaran saya.
Belum lagi kalau kita membayangkan resepsi nikahnya. Betapa ramai tamu undangan yang hadir. Ada gunung Sumbing, ada gunung Tangkuban Perahu datang jauh dari Jawa Barat. Ada gunung Merapi dan Marapi. Gunung Selamet juga tak ketinggalan. Gunung Jayawijaya mungkin saja berhalangan, karena kapal menuju Jawa waktu itu terhambat badai. Ah, betapa riuhnya acara itu.
Lalu hadir Kepala KUA (Kantor Urusan Agama), sebagai saksi nikah. Hmmmm… Subhanallah…
Eh, tapi yang mencatat nikahnya ini KUA mana ya? Apakah nikahnya ini sudah jaman Indonesia apa masih jaman kolonial? Wah, wah…. Saya kok jadi ketinggalan info gini. Betapa telatnya saya. Baru mendengar info perceraiannya saja.
Siapakah gunung ketiga (baca: orang ketiga) yang menyebabkan prahara rumah tangga mereka runtuh? Ya Allah…. Kok tega betul… Tidakkah syariat membolehkan untuk poligami… 😦 *sambil ngusap air mata.
Ya Allah… Bagaimana mereka bisa Pegatan (baca: bercerai)… Pengadilan Agama di kota mana yang memutus cerai keduanya? Siapakah pengacara yang mendampingi? Adakah kemungkinan mereka berdua rujuk?
Supaya tak ada lagi legenda yang mengatakan pengantin baru yang lewat di gunung itu akan bercerai. *Betapa mengerikan itu … #Sambil nada hiperbola
Bagaimakah riwayat ada gunung bercerai… Tampaknya perlu investigasi lebih mendalam dan tajam. Setajam Silet! [Afif E.]

Iklan