Daftar Tuntutan DPR pada Dahlan Iskan

1158068-mobil-listrik-tucuxi-620X310

Ternyata banyak hal yang harusnya masuk dalam tuntutan anggota DPR pada Menteri BUMN, Dahlan Iskan, terkait kasus Kecelakaan Mobil Listrik Tucuxi. Barangkali tuntutan macam, pelanggaran pemalsuan plat nomor, tidak adanya ijin ujicoba dari kepolisian, dan pelanggaran mengenai UU kendaraan bermotor, saya rasa itu sangat kurang. Berikut saya buatkan list, untuk membantu ayank-ayank ku anggota DPR RI.

  1. Pak Dis (Dahlan Iskan, pen) harus dituntut gara-gara (maaf pak Dis, hehehe) tidak pipis dulu sebelum mengemudi Tucuxi! Barangkali kalo Pak Dis pipis dulu pasti tidak buru-buru deh mengemudinya. 😀
  2. Pak Dis harus dituntut karena tidak minum Obat Anti Mabok (Antimo). Apakah bisa dibuktikan kalo Pak Dis bukanlah seorang yang mabuk kendaraan, sehingga harusnya minum Antimo dulu. 😀
  3. Pak Dis harus dituntut karena tidak mengajak saya saat ujicoba! Tau kejadiannya heboh kayak gini kan enak… numpang promo… hahahaha
  4. Pak Dis harus dituntut karena ketika uji coba tidak mengajak serta anggota DPR yang sekarang wara-wiri di layar kaca dalam rangka menuntut Pak Dis! biar mamp** sekalian waktu kecelakaan. hahaha

Kok isi tuntutannya konyol ya? Hehehe, emang… sekonyol tuntutan anggota DPR yang sekarang mencak-mencak di layar kaca. Ogah banget nontonnya. Satu indikasi kenapa anggota DPR sampek mencak-mencak heboh gara-gara kasus kecelakaan Tucuxi, MEREKA INGIN BALAS DENDAM ATAS KOAR-KOAR DAHLAN ISKAN TENTANG ANGGOTA DPR PEMERAS BUMN.

menteri_bumn_lakukan_tes_mobil_listrik_tucuxi_419

185081_meneg-bumn-dahlan-iskan-menjajal--tucuxi_663_382

Dahlan Iskan memang melakukan pelanggaran. Tapi bener ya? haruskah se-heboh dan berapi-api begitu, wahai bapak-bapak anggota DPR… (meragukan “ketulusan” tuntutan hukum pada kasus Tucuxi). Semoga Teknologi di Indonesia tidak menjadi kerdil gara-gara Koar-koar DPR. Nggak usah hiraukan mereka! [Afif E.]

Mencintai Lagu Kebangsaan Negeri

Baru saja pulang dari acara pelantikan pengurus OSIS, IPNU dan IPPNU MA Mambaul Ulum di Bedanten Kecamatan Bungah, Gresik. Satu hal yang menjadi titik perhatian saya. Saat sesi acara koor menyanyikan lagu Indonesia Raya, TIDAK ADA SATU MURID PUN YANG BERIDRI!!!!!

Barangkali dirijen lupa memberi isyarat agar hadirin berdiri, tapi kan minimal kita harus menghormati.

Ini adalah kali kedua saya menghadiri acara dimana lagu Indonesia Raya dinyanyikan, tapi hadirin banyak yang tidak berdiri. Dengan sedih saya harus mengatakan peristiwa pertama adalah saat saya mengikuti acara OSPEK di kampus saya sendiri. Hemm, 😦

What!!!!!

Analogi pikiran saya langsung menuju ke ajang Piala Dunia yang baru saja dihajat oleh Afrika Selatan.

Suporter Italia dengan bangga menyanyikan lagu kebangsaan mereka. Lah barusan?!!!! bull shit.

Tidakkah kita melihat puluhan ribu suporter berdiri demi menghormati lagu kebangsaan mereka masing-masing!!!! Sementara murid-murid itu duduk (bahkan ketawa-ketiwi ngakak!) hemmm,,,

Barangkali jaman Orde Baru dengan Suharto sudah berakhir, tapi bukan berarti rasa memiliki kita luntur seluntur kultur orde lama.

Sikap hormat Kim Jung-Woo saat lagu kebangsaan Korea Selatan

Apa pelajaran Kewarganegaraan kita sudah sedemikian luntur? Apa memang masih dapat dipertimbangkan kewaganegaraan dihapus dari anak-anak? Hemm, big question.

See, bahkan suporter yang di belakang sono berdiri (kecuali yang reumatik! hahaha 😀 )

Dalam hati kecil dengan agak miris saya berdoa (entah terkabul apa tidak, hehehe) SEMOGA TIMNAS INDONESIA TIDAK AKAN PERNAH MASUK PIALA DUNIA, SEBELUM ANAK-ANAKNYA MENGHARGAI DAN MERASA MEMILIKI NEGERI MEREKA SENDIRI.

Kejem bener bikin doa. Hahahaha 😀

saking keselnya, Bos! 🙂

The Power of Menuliskan Mimpi

Indonesia di masa mendatang akan dipimpin oleh enterpreneur… —ungkapan Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina.

Ungkapan yang diklaim sebagai ungkapan Anies Baswedan di atas merupakan salah satu kalimat pembuka yang diucapkan oleh Miftakhul Falah, trainer dalam acara Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik(BEM STTQ Gresik) kemarin (24/8 2011).

Dalam seminar yang diselenggarakan di Kampus STTQ Gresik tersebut, Falah juga memberikan banyak kalimat-kalimat yang memotivasi mahasiswa sebayanya untuk berwirausaha. Tak hanya itu, jebolan Teknik Kimia ITS Surabaya tersebut banyak memberikan contoh dan profil dari begitu banyak pengusaha muda yang telah sukses bergelut dengan bisnisnya.

Salah satu dari sekian banyak kiat yang Falah ungkapkan adalah pentingnya aktifitas menuliskan mimpi. Melalui kegiatan menuliskan mimpi, Falah menggambarkan bahwa otak manusia akan direcoki dengan gambaran-gambaran dari mimpi yang kita tuliskan, untuk kemudian sedikit demi sedikit akan mengarahkan kita pada tujuan, salah satunya adalah cita-cita. Tidak sedikit contoh sukses yang bermula dari menuliskan mimpi, ungkap Falah.

Dalam video yang diputar selama seminar berlangsung, Falah menunjukkan betapa hanya bermula dengan menuliskan mimpi menjadi suatu hal yang luar biasa dengan terwujudnya cita-cita.

Falah juga menandaskan bahwa selain menuliskan mimpi, satu hal yang tidak dapat tidak harus dilakukan adalah berubah! karena betapa pun sulitnya untuk berubah, tapi perubahan itu perlu. Karena jika kita tidak berubah, di masa yang akan datang kita akan lebih sulit dalam menjalani kehidupan.

Dalam salah satu sesi yang ditunggu-tunggu, yakni sesi diskusi, Falah memberikan jawaban yang menggugah. Salah satunya adalah keluhan seorang penanya yang mengatakan ia kesulitan dalam memulai usaha karena faktor MODAL.

Bagi Falah, modal sebenarnya adalah hal yang kesekian, walaupun iya memang modal diperlukan dalam dunia usaha. Kunci untuk mencari modal menurut Falah adalah pandai-pandai memanfaatkan status berharga sebagai seorang MAHASISWA. Maksudnya? dengan giat mengikuti program-program dari pemerintah bagi para mahasiswa yang tidak segan-segan dalam menggelontorkan dana, mahasiswa dapat memperoleh sumber pendanaan dari sana. Salah satu contohnya adalah Program Kreativitas Mahasiswa atau PKM yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

PKM? ya, PKM! dengan berbagai macam jenis penelitiannya, pemerintah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk berkarya lebih. Dan status mahasiswa menjadi barang mahal dalam ajang ini. (obral2… 😀 ).

Maka, sudahkah anda menuliskan mimpi dan beraksi? [Afif E.]