This is New Year’s Eve, eh?

Surabaya last 2013. I rushed to a flight with a friend of mine. We were going to Kuala Lumpur that day. Even though we were late several minutes, thankfully the officers in Bandara Juanda still gave us permission to go to the plane.

By then, that was us, in Kuala Lumpur’s LCCT. Traveling for the first time in a foreign country. Where we went into? We just flew with the crowd flow of people. Later, we stayed at my friend’s brother apartment. He was a migrant worker in Kuala Lumpur.

Second day in Kuala Lumpur. Everyone next to me spoke about party and party. Several people talk about KLCC’s Petronas Tower, but most of them agreed with Dataran Merdeka to go to. What about me? I did not understood at all at those time. Something I really want to do was just travelled around KL!

Still in the second day of mine in Kuala Lumpur. Around by eight at Kuala Lumpur time, we—by group—headed to Dataran Merdeka for some party I did not realised yet. And I did not ask anybody, including to my friend. Once again, the only thing I thought at the time was traveling the KL.

DSC02655

Walking heading to Dataran Merdeka, after we got the road was closed, and can not passed by our taxi

We, the group, headed to Dataran Merdeka by commuter, then taxi. But suddenly our taxi stop at a crossroad. “Why?” my friend’s brother ask the driver. The blockade answer the question: the access road to Dataran Merdeka was closed.

The commuter was crowded, the street was crowded. And of course along the road people getting talks each other. They were also going to the same party, perhaps. By then we walk. Heading to Dataran Merdeka of Kuala Lumpur.

Getting closed to the Dataran Merdeka there were so much crowded people. And then I just realized, in my own head I thought: “this is New Year’s eve, eh?!!”

DSC02664

Reaching the Dataran Merdeka, I just realised the eve 😀 😀 😀

How could I just realized that! that day was a New Year’s eve of 2013 to 2014! #LOL 😀 😀 😀 😀 [Afif E.]

Iklan

Tak Ada Pesta di Dataran Merdeka

Keinginan bertahun baru di seputaran KLCC, menara Petronas, saya urungkan. Karena para pekerja migran yang saya ikuti numpang menginap mengajak ke Dataran Merdeka. Ingin ambil rute berbeda pun, rasa-rasanya saya tidak tau arah ke KLCC dari daerah Kepong.

DSC02562

Berita di koran sehari sebelum acara di Dataran Merdeka

Beberapa jam sebelumnya, seorang teman yang juga pekerja migran di KL sms saya. Mengatakan kalau rencana tahun barunya ke Dataran Merdeka. Lebih ramai, katanya, dan kami bisa bersua disana. Sungguh. Sampai saat saya dikabari Dataran Merdeka, saya tidak tau “dataran” itu apa. 😀
Baru setelah di Indonesia saya mencari tau, “dataran” adalah berarti “square” dalam bahasa Inggris. Atau “alun-alun” dalam bahasa Indonesia. Aduh! Epen… Epen…. 😀

DSC02655

Jalan kaki menuju Dataran Merdeka

Dan… Voila… Jadilah kami berkendara umum menuju ke Dataran Merdeka. Beberapa kilometer mendekati Dataran Merdeka, jalanan sudah diblokir. Maka kami lanjut berjalan kaki. Begitu mendekati Dataran Merdeka, hiruk pikuk mulai terasa.
“Dua singgek… Dua singgek… Dua singgek… (dua seringgit… )” telinga saya menjadi awas dengan kalimat itu, ternyata penjual minuman dingin.

DSC02664

Keriuhan di seputaran Dataran Merdeka

Saat kulihat ke arah Dataran Merdeka, sebuah panggung berdiri megah. Membelakangi tiang dan bendera raksasa Kerajaan Malaysia.
“Awak dimana?” sms dari teman saya. Saya yakin sms itu telat sekian menit. Karena saya juga sms beberapa saat sebelumnya juga delay. Saat itu Najwa Latif sedang tampil. Baru malam itulah saya tau, bahwa Najwa Latif bukan sekedar artis YouTube. 😀 *sorry ya Wawa… 🙂

DSC02670

Panggung utama di bawah tiang raksasa

Niat menelepon teman saya hentikan, begitu gerombolan “pembangkang” merangsek masuk ke area Dataran Merdeka. Yel yel mereka teriakkan.
Seketika lampu panggung dan seputaran Dataran Merdeka dipadamkan oleh panitia. Suasana senyap dan gelap. Pidato seorang pejabat untuk meredamkan amarah massa, tak jua menghasilkan.

DSC02675

Penampilan Najwa Latif

Dalam suasana mencekam seperti ini, sms teman saya masuk lagi. Saya yakin kali ini delay lagi. Tanpa pikir panjang, saya panjat pagar, dan menelepon teman saya itu. Barulah ia bisa melihat saya. Itu pula untuk pertama kali semenjak lulus SMA kami bertemu.
Kami saling bersapa, tak menghiraukan pidato seorang pejabat yang terus berlangsung. Kulihat jam di hape bututku, mendekati 23:50 tahun 2014. Apakah kembang api akan dinyalakan?

DSC02691

Bertemu dengan teman, sesaat setelah lampu dipadamkan oleh panitia

Tak lagi saya ikuti menit-menit pergantian tahun. Tahu-tahu kembang api pecah di langit Kuala Lumpur. Terkecuali Dataran Merdeka! Benar saja. Tidak ada kembang api dalam pergantian tahun 2014! Tak ada pesta di Dataran Merdeka. Tapi saya sudah melihat Wawa. Love you, Wawa… 🙂 [Afif E.]

DSC02693

Salah seorang “Pembangkang” dalam jepretan kamera pocket pinjaman teman. 😀