Betapa Saya Suka dengan Balkon

Mungkin judul itu dapat menggambarkan sebagian kesukaan saya akan balkon, alias teras di lantai atas rumah atau bangunan. Demikian juga yang saya rasakan saat menginap di PPQ Al-Amin, Pabuaran, Purwokerto.

balkon 1

Balkon di PPQ Al-Amin, dengan semilir angin memasuki musim penghujan.

Di pondok ini, terdapat lantai dua untuk asrama putra. Semilir angin yang mulai basah, mengingat cuaca di kota Purwokerto mulai hujan tiap sore hingga malam. Lama saya mlongo di balkon lantai dua asrama putra. Tak saya pedulikan hilir mudik para santri. Mungkin dalam benak mereka, nih orang ngapain sih ngaplo dekat pagar, mau bunuh diri kali ya! 😀
Sebenarnya dua hari selama di PPQ Al-Amin, ingin sekali saya tidur di asrama lantai dua. Biarlah tidur bersama santri yang lain, daripada di kamar pengurus di lantai satu. Nilai tambahnya, di lantai dua ini ada pemandangan dari balkon!
Namun apa daya, sebagai seorang tamu, saya pun akhirnya nurut pada Mas Anas agar saya tetap tidur di kamar pengurus di lantai satu. 😦

balkon 3

Balkon di PPQ Al-Amin menjelang maghrib

“Masnya tidur dibawah saja, ya.” ujar Mas Anas, dengan logat khas ‘ngapak’nya.
Kadang saya membayangkan sendiri. Nantinya, kalau saya sudah bisa bikin rumah, tetap akan saya bangun sebuah balkon, dengan teras terbuka. Sehingga bisa menikmati suasana sore. Enak, kan, buat nulis atau mengerjakan pekerjaan sambil menikmati semilir angin sore.
Kapan, nih, rumah saya dibangun? Embuh, entahlah. 😀 Mohon bantuan doanya ya… 🙂 [Afif E.]

PPQ Al-Amin Purwokerto

Saya rasa perlu untuk menuliskan artikel tentang PPQ Al-Amin, sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih saya.
Saya mengetahui PPQ Al-Amin dari sebuah Grup Facebook bernama “IPNU-IPPNU Se-Indonesia”. Pencarian saya itu tidak lepas dari keperluan saya untuk pergi ke Purwokerto, namun tidak dapat menemukan tempat kos maupun losmen dengan harga miring di kota Purwokerto. Ada beberapa kemungkinan saya tidak menemukannya di Google.

purwokerto

Brosur yang saya temukan di Grup FB “IPNU-IPPNU Se-Indonesia”

Pertama karena saya kurang jeli. Yang kedua, tidak banyak netizen yang membahas ibukota Kabupaten Banyumas ini. Beberapa kos yang memasang iklan di website jual beli pun, ternyata tidak membikin saya menemukan tempat kos harian yang pas. Wal hasil, atas saran sepupu saya, saya mantapkan untuk tinggal di PPQ Al-Amin, dengan pertimbangan ada seseorang yang tinggal di sana yang bisa saya tuju.

PPQ Al Amin 6

Tampak Depan PPQ Al-Amin Pabuaran Purwokerto

Belakangan saya baru tau beberapa losmen yang ada di kota Purwokerto. Sekali lagi, karena saya tidak menemukannya di Google. Namun saya tetapkan untuk tinggal di PPQ Al-Amin, mengingat saya sudah menghubungi Mas Anas sebelumnya.
Saya mengontak Mas Anas baru dua hari sebelum keberangkatan saya. Namun Alhamdulillah saya bisa diterima dan ditemani dengan sangat baik selama di sana. Dalam SMS terakhirnya, ia memperingatkan pada saya bahwa fasilitas di PPQ Al-Amin sangat minim. Lantas saya katakan, saya tidak masalah dengan itu. Saya pikir tujuan saya ke Purwokerto adalah ikut pelatihan di STT Telematika Telkom, Purwokerto. Tempat menginap tak jadi soal.

PPQ Al Amin 3

Salah satu sudut PPQ Al-Amin Pabuaran Purwokerto

Oiya, PPQ Al-Amin sendiri berada di Pabuaran (ada yang mengejanya dengan Pabuwaran, dengan huruf “W”), Purwokerto Utara. Jika anda pernah ke tempat wisata Baturraden, maka Pondok Pesantren ini ada di seputaran jalan menuju ke sana. Sebuah pondok yang kecil memang.
Namun, saya kira cukup dapat berkembang di masa mendatang. Mengingat pondok ini kebanyakan dihuni oleh mahasiswa, baik STAIN maupun UNSOED. Saya kira mahasiswa baru yang akan berkuliah di Purwokerto baiknya mempertimbangkan Pondok Pesantren ini sebagai tempat tinggal dan belajar.
Pondok ini memperbolehkan santrinya membawa sepeda motor, maupun piranti elektronik. Sehingga kekhawatiran akan dikekang terlalu ketat, saya kira itu hanya ada dalam bayangan saja.
Terakhir, sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada warga PPQ Al-Amin, yang sudah menerima saya selama di Purwokerto. 🙂 [Afif E.]