The Power of Menuliskan Mimpi

Indonesia di masa mendatang akan dipimpin oleh enterpreneur… —ungkapan Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina.

Ungkapan yang diklaim sebagai ungkapan Anies Baswedan di atas merupakan salah satu kalimat pembuka yang diucapkan oleh Miftakhul Falah, trainer dalam acara Seminar Kewirausahaan yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Qomaruddin Gresik(BEM STTQ Gresik) kemarin (24/8 2011).

Dalam seminar yang diselenggarakan di Kampus STTQ Gresik tersebut, Falah juga memberikan banyak kalimat-kalimat yang memotivasi mahasiswa sebayanya untuk berwirausaha. Tak hanya itu, jebolan Teknik Kimia ITS Surabaya tersebut banyak memberikan contoh dan profil dari begitu banyak pengusaha muda yang telah sukses bergelut dengan bisnisnya.

Salah satu dari sekian banyak kiat yang Falah ungkapkan adalah pentingnya aktifitas menuliskan mimpi. Melalui kegiatan menuliskan mimpi, Falah menggambarkan bahwa otak manusia akan direcoki dengan gambaran-gambaran dari mimpi yang kita tuliskan, untuk kemudian sedikit demi sedikit akan mengarahkan kita pada tujuan, salah satunya adalah cita-cita. Tidak sedikit contoh sukses yang bermula dari menuliskan mimpi, ungkap Falah.

Dalam video yang diputar selama seminar berlangsung, Falah menunjukkan betapa hanya bermula dengan menuliskan mimpi menjadi suatu hal yang luar biasa dengan terwujudnya cita-cita.

Falah juga menandaskan bahwa selain menuliskan mimpi, satu hal yang tidak dapat tidak harus dilakukan adalah berubah! karena betapa pun sulitnya untuk berubah, tapi perubahan itu perlu. Karena jika kita tidak berubah, di masa yang akan datang kita akan lebih sulit dalam menjalani kehidupan.

Dalam salah satu sesi yang ditunggu-tunggu, yakni sesi diskusi, Falah memberikan jawaban yang menggugah. Salah satunya adalah keluhan seorang penanya yang mengatakan ia kesulitan dalam memulai usaha karena faktor MODAL.

Bagi Falah, modal sebenarnya adalah hal yang kesekian, walaupun iya memang modal diperlukan dalam dunia usaha. Kunci untuk mencari modal menurut Falah adalah pandai-pandai memanfaatkan status berharga sebagai seorang MAHASISWA. Maksudnya? dengan giat mengikuti program-program dari pemerintah bagi para mahasiswa yang tidak segan-segan dalam menggelontorkan dana, mahasiswa dapat memperoleh sumber pendanaan dari sana. Salah satu contohnya adalah Program Kreativitas Mahasiswa atau PKM yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

PKM? ya, PKM! dengan berbagai macam jenis penelitiannya, pemerintah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk berkarya lebih. Dan status mahasiswa menjadi barang mahal dalam ajang ini. (obral2… 😀 ).

Maka, sudahkah anda menuliskan mimpi dan beraksi? [Afif E.]