Ada Apa antara Kalianget dan Talango?

Sebelum saya jawab, perkenalkan dulu, Kalianget dan Talango adalah nama-nama kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sumenep mana? Ya… Sumenep, Madura coy…

DSCN0421

Gerbang Kecamatan Talango. Ada gambar provider telekomunikasi. 😦 … berarti setelah ini saya dapat Sponsor. Amin… 😀

Dua kecamatan tersebut dipisahkah oleh sebuah selat. Kalau masih belum mudeng, menurut pelajaran IPS dulu, selat adalah laut diantara dua pulau. Maka diantara Kalianget dan Talango ada laut. Itu saja? Oh, tidak… tentu banyak hal yang menarik dari Kalianget-Talango. Dan yang mengherankan saya adalah kebanyakan orang disini fasih berbahasa Madura (???? Hallow… lo pikir lo lagi di Hong Kong??? Ya jelas lah mereka fasih bahasa Madura! 😀 ).

Gerbang Pelabuhan di Kaliaget

Gerbang Pelabuhan di Kaliaget

Di kecamatan Kalianget terdapat pelabuhan penyeberangan yang dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia III Kawasan Kalianget. Dari pelabuhan ini kita bisa menyeberang ke pelabuhan kecil di pulau kecil dimana Kecamatan Talango berada. Disamping, pelabuhan ini juga melayani penyeberangan ke Situbondo dan kawasan timur Jatim.

Banyak kendaraan yang menyeberang baik ke Talango maupun sebaliknya. Kata Kak Mif, teman saya, tarif per orang plus kendaraan sepeda motor adalah 3000 Rupiah. Tapi entah bagaimana kami berdua hanya ditarif 3000. Horee….. 😀

 

DSCN0410

Gerbang Menuju Asta Yusuf

Main Gate of Asta Yusuf

Main Gate of Asta Yusuf

Jarak selat Kalianget-Talango cukup sempit. Waktu itu saya sempat berujar pada Kak Mif bahwa selat ini mengingatkan saya pada lebarnya Bengawan Solo, sungai yang fenomenal itu. (lebay 😀 ). Ya, benar. Jarak Kalianget dan Talango memang ‘seperti’ jarak seberang Bengawan Solo. Akan tetapi setelah saya pulang, saya harus merevisi ucapan saya. Karena jarak selat itu cukup besar. Dan analogi saya yang memiripkan jarak rupanya didasarkan pada ingatan jika kita melihat jarak antara barat ke timur. (Maksudnya???????? 😀 ).

DSCN0422

Kalianget, Pemandangan dari Bibir Talango: Pengen Nyebur aja 😀

Jadi begini, sebagai sungai yang besar dan berkelok-kelok, ada bagian dari Bengawan Solo yang ‘agak’ lurus, membujur dari timur ke barat. Nhah… jarak dari timur ke barat itulah yang membuat saya mengatakan jarak selat Kalianget-Talango sama panjangnya dengan lebarnya Bengawan Solo. Meskipun, lebar Bengawan Solo jika dibandingkan lebar Kali Brantas agaknya lebih lebar Kali Brantas.

Balik lagi ke urusan Kalianget-Talango. Sampai di pulau Talango, ada satu obyek wisata religi yang ditunjukkan teman saya yang kacong medhure itu, yakni Asta Yusuf. Asta berarti makam. Saya lupa mencatat, beliau yang makamnya ada di Talango ini termasuk habib dari mana. Kata habib merujuk pada keturunan Nabi Muhammad SAW.

DSCN0417

Pasar. Tapi Angle nya kurang pas. 😀

Satu yang saya ingat dari Kalianget-Talango adalah lautnya yang biru. Sepanjang perjalanan saya dari Surabaya ke Sumenep, laut selat Madura kelihatan begitu biru, rasa-rasanya pengen langsung nyemplung ke laut itu dan snorkeling di sana. You all should go there! Kalian harus kesana. Percuma juga banyak dari kita memilih spot wisata terkenal yang man-made (buatan manusia), padahal banyak bagian dari Indonesia yang jauh lebih indah. Sekali lagi, you all should go there! Kunjungi Kalianget-Talango. [Afif E.]

DSCN0430

Perjalanan Pulang. You’ll see this. PT Garam (Persero)

Madura Trip #3: Al-Faraby Institute

Satu hari saya melihat teman saya membuka sebuah halaman grup Facebook dari akunnya, nama akun Facebook tersebut ialah Al-Faraby Institute. Satu nama yang mengingatkan saya pada ‘institute-institute’ yang lain, macam The Wahid Institute, atau Akbar Tandjung Institute. Bedanya dua institute yang saya sebut terakhir berpusat di Jakarta, sedangkan Al-Faraby Institut berada di Pragaan Sumenep Madura. 🙂

Pagi ini (21/7/14) saya berkesempatan main langsung ke tempat orang-orang kreatif itu, bukan sekedar via laman Facebook. Mereka tengah melangsungkan kursus Bahasa Inggris di sebuah gedung Madrasah Diniyah, tak jauh dari basecamp mereka. Sasaran kegiatan mereka adalah adik-adik pelajar usia sekolah hingga mahasiswa. Kebetulan hari-hari ini kegiatan sekolah sudah mulai libur. (sayangnya saya tidak membawa kamera ke tempat tersebut. 😦 ).

Salah seorang anggota ALFIN (Al-Faraby Institute) berkata pada saya, “Kegiatannya cuma bisa mengumpulkan 30 anak.” Walah… kata-kata “cuma” saya pikir terlalu merendah. Apapun kondisi dan berapapun peserta kursus pagi itu, tidak boleh hanya dibilang “cuma”. Kegiatan yang saya lihat tadi pagi adalah suatu hal yang positif. Dan yang dimaksud positif itu tidak harus dinilai dengan gebyar macam kampanye PILPRES, kan….

Kontribusi nyata mereka disamping memberikan pendidikan secara langsung pada adik-adik di sekitar Pragaan Sumenep, ALFIN juga mempunyai kerjasama langsung dengan salah satu dinas di lingkungan Kabupaten Sumenep. Disamping pendidikan bahasa, seorang anggota juga mengatakan bahwa mereka juga bergerak dalam pendampingan dalam bidang kewirausahaan. Ketika saya menceritakan desa asal saya di Bungah Gresik Jawa Timur yang memproduksi Peci atau Songkok Nasional, mereka berminat untuk mengetahui proses produksinya. Monggo… 🙂 [Afif E.]

Madura Trip #2: Ramuan 3 Pulau

Bagi anda yang sudah menikah, datanglah ke Sumenep. Ada ramuan tiga pulau yang siap menanti anda untuk memberikan kekuatan ekstra. (eh, kekuatan apa ya????? #Mikir! 😀 ).

Ramuan tiga pulau terdiri dari campuran maknyus antara lain kelapa muda yang dibakar, pinang muda, susu, jahe, telur, dan rempah-rempah rahasia (rahasia karena saya tidak tahu apa saja 😀 ).

Dan sebagai seorang perjaka ting ting… saya telah ditipu teman saya untuk meminum ramuan tiga pulau ini. Emaaaaakkkkk…. Anakmu ditipu minum ramuan tiga pulau….

Sayangnya malam ini tidak ada kamera yang dibawa. Sehingga saya tidak dapat menunjukkan pada anda bagaimana maknyusnya ramuan 3 pulau. Oh my god!!!!! Ramuan tiga pulau yang maknyus!!!! *lebaaayyy 😀

Dalam banner yang dipampang oleh si penjual ramuan tiga pulau, tertera tulisan besar-besar “RAMUAN TIGA PULAU MENGATASI EJAKULASI DINI, MENAMBAH STAMINA PRIA DEWASA, DIABETES, MENAMBAH KEKUATAN JADI MAK GRENGG (yang terakhir ini karangan saya 😀 )”.

Ayo, ayo.. come visit Sumenep rek… untuk beli ramuan tiga pulau ini gampang, lalui saja jalur Surabaya-Sumenep. Atau pesan lewat saya. Inbox yaaa…. 😀 [Afif E.]