Si Impoten Amerika Serikat dan PBB

Suatu waktu saya pernah menulis sebuah artikel tentang sejarah orang Israel, kemudian mengirimkan link tulisan saya tersebut ke halaman sebuah grup (grup mahasiswa UOPeople). Singkat kata banyak yang berkomentar bahwa urusan Israel (dan Palestina) adalah urusan politik belaka.

Lantas saya berpikir, bagaimana bisa mahasiswa tersebut berpendapat demikian. Ya, memang masalah Israel adalah masalah politik yang tidak berujung. Akan tetapi urusan kemanusiaannya tidak dapat dinafikan begitu saja. Dalam serangan selama separuh Ramadhan 1435 Hijriah (Juli 2014 M) ini saja mereka paling tidak sudah menghabisi lebih dari 1000 nyawa warga Palestina. (padahal urusan hukum Internasional benar-benar belum merampungkan berbagai pembunuhan sebelumnya, termasuk pembantaian Shabra dan Shatila). Warga Arab Palestina benar-benar dalam masa Genosida (pembantaian, pembersihan etnis)! penghabisan rasial untuk membenarkan pendudukan rezim zionis (untuk tidak mengatakan umat Yahudi secara keseluruhan—karena sebagaimana diketahui, sudah terdapat warga Yahudi di area yang sekarang menjadi Israel).

Sejauh sejarah yang pernah saya baca, Bosnia-Serbia (Bekas Yugoslavia) juga pernah berurusan dengan yang namanya genosida pada masa 1990-an. Urusan ini juga melibatkan Muslim-Non Muslim. Namun penanganan kasus ini benar-benar diseriusi oleh dunia Internasional. Bahkan secara jelas mereka yang terlibat dalam upaya pembersihan etnis tersebut dinyatakan sebagai penjahat perang. Namun apa yang terjadi dengan genosida di Palestina?

Dunia diam. Betapa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang begitu tajam menguliti Republik Islam Iran dalam urusan Nuklirnya, menjadi begitu mandul bahkan impoten dalam menghadapi Israel. Dalam urusan menghukum keduanya begitu banyak ketimpangan. Mau mengharapkan siapa lagi? Si Polisi Dunia itu? Alias Amerika Serikat? Ah, mereka hanya omong-kosong dengan mengatakan perannya sebagai penegak demokrasi di dunia!

Saya menjadi ingat sebuah kelas kewarganegaraan selama kuliah saya. Kala itu dosen saya memberikan uraian panjang terkait perdamaian dunia. Saya sempat tanyakan, tidakkah PBB sudah cukup menjadi pengawal dari apa yang disebut sebagai perdamaian dunia? Tukas dosen saya, “PBB itu apa? Hanya simbol!

Maka kini saya sampai pada simpulan sementara, membenarkan komentar mahasiswa UOPeople bahwa urusan Israel-Palestina adalah urusan politik. Politik genosida! Dan selain lobby-lobby politik, kudeta juga termasuk dalam urusan politik (paling tidak demikian kata seorang politisi Indonesia), termasuk urusan perang! [Afif E.]

Iklan