How to keep “down to the earth”???

pertanyaan simpel yang jadi tulisan ini muncul di kepalaku. gimana caranya kita agar tetap membumi. tetap menjadi siapa diri kita yang dikenal ramah oleh orang sekitar kita. kadang kala kepongahan itu muncul, bersamaan dengan rasa syukur atas karunia tuhan yang telah Ia berikan.

kepongahan itu bukan berarti sesuatu yang bikin kita besar kepala. tapi, just something we don’t want to be stay and growth in our brain and heart.

satu kali kucoba untuk mengelak saat seseorang bertanya padaku. tapi kemudian orang yang lain–yang tau kondisiku saat ini–malah mengatakan bahwa ngga boleh aku berbohong macam itu. ngga baik, kata orang itu.

well, tuh kan… aku jadi serba repot. maunya hatiku biar aku saja yang tau atau, biar saja mereka tau dengan sendirinya, eh.. tapi malah menjadi lain di mata orang lain.

huff…

akhirnya muncullah pertanyaan “how to keep DOWN TO THE EARTH” di kepalaku.

by the way DOWN TO THE EARTH kalo diartikan dalam bahasa Indonesia ngga memiliki terjemahan JATUH KE BUMI kan(?)… :-D… (malah sakit dong… ckakakakakkk).

Tuhan bimbing hatiku

biar aku tak jadi melanggar… ” (song of Melly Goeslaw)…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s