Sudah Pasti Pasnya?

“Mulai dari angka nol ya, pak…” Tutur seorang petugas SPBU dalam melayani pembeli BBM. Tapi itu di iklan, kenyataan di lapangan pada kebanyakan SPBU?

Seringkali saat saya mengisi BBM petugasnya justru sangat cuek, ogah menyapa. Boro-boro tersenyum, yang ada judes banget. Barangkali karena kondisi mereka lelah seharian berdiri dan mungkin juga beberapa jam sebelum saya mengisi BBM, mereka sudah menyapa begitu banyak pembeli dengan begitu ramah sehingga tiba pada saat saya mereka sudah kecapekan.

Kalau judesnya masih lumayan begitu kondisinya perlu dilihat di plakat yang tertempel di SPBU tersebut, oh, aku sadar, memang SPBU tersebut belum memiliki plakat “Pasti Pas” sebagaimana yang diiklankan di TV. Tapi bagaimana dengan kondisi SPBU yang sudah memiliki plakat “Pasti Pas”? Rasanya sama saja!

Seperti yang saya ungkapkan di atas, barangkali petugas SPBU karena saking lelahnya sejak pagi berkata, “MULAI DARI NOL..”, sehingga tiap siang hari mereka akan kecapekan. Pernah suatu kali saya menemui petugas SPBU yang hanya mengacungkan jarinya pada angka di pompa tanpa mengucap apa maksud ia menunjuk. Atau jika tidak begitu petugas akan nggeremeng, satu ungkapan dalam basa jawa yang berarti berucap tapi tidak terdengar jelas katanya. Alih-alih terdengar kalimat, yang terdengar hanya suara ‘kumbang’ dari mulut si petugas.

Kadang saya bertanya sendiri, apa iya harus demikian cara untuk mendapatkan status Pasti Pas?

Membaca di halaman Pertamina Pasti Pas terdapat uraian berikut;

SPBU Pertamina PASTI PAS! adalah SPBU yang telah tersertifikasi dapat memberikan pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta fasilitas nyaman.

Hemm, “pelayanan yang ramah”. Harus dengan berkata ‘mulai dari nol?’ Pikir saya karena memang tidak berjalan dengan sempurna di lapangan, seperti mubadzir. Sesungguhnya bagus, karena berusaha membuat pembeli merasa homy dan cozy. Tapi entah bagaimana karena pihak pelaksana di tingkatan SPBU tidak begitu dapat melaksanakan dengan baik, akhirnya kan muncul pertanyaan, seketat apakah untuk mendapatkan sertifikasi Pasti Pas itu???

Hei awas, ada pejabat Pertamina yang baca!!!

Ya biarin! biar mereka paham kondisi di lapangan. Karena kan justru takaran mesin pompa SPBU yang tak kalah pentingnya harus dijaga ‘kejujurannya’ ketimbang “mulai dari nol’-nya. Karena pelayanan standard kelas dunia hanya mengenal takaran mesin pompa yang sesuai dengan standard dunia, bukan standard seenaknya. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s